Showing posts with label Thriller. Show all posts
Showing posts with label Thriller. Show all posts

Thursday, February 14, 2019

Ini Lho Shutter Island (2010)

 Nih film disesuaikan dari novel berjudul sama Ini Lho SHUTTER ISLAND (2010)
Nih film disesuaikan dari novel berjudul sama. Disini diceritain biro US Marshall Tedy & patnernya Chuck dapet misi nemuin seorang hilang berjulukan Rachel Solando di sebua pulau berjulukan Shutter Island. Pulau ini isinya yaitu para pelaku kejahatan tapi mempunyai gangguan mental. Kayak RSJ khusus penjahat lah. Tapi ternyata misinya gak sesederhana itu. Di pulau itu juga banyak misteri2 lain. Teddy juga mulai curiga kalo disini jadi kawasan eksperimen terhadap otak manusia. Di pulau ini ia juga nyari seorang berjulukan Andrew Laddies yang jadi pembunuh istrinya dulu. Kabarnya Andrew dikirim ke pulau ini. Mulailah penyelidikan. 

Jangan kira seorang Leonardo di Caprio cuma modal tampang & cuma dapat meranin tugas melankolis kayak di film Titanic ato Romeo & Juliet. Di sini aktingnya manteb! Sebagai penyelidik dan pencari pembunuh istrinya, ia bener2 menjiwai lo. Dari segi cerita, ni film bener2 gak dapat ditebak alurnya. Kaprikornus kita juga secara gak pribadi diajak mikir apa yang terjadi di pulau ini. Film yang ringan, tapi agak berat juga. Overall film ini mungkin buat penonton yang cuma ingin dihibur dengan adegan2 kayak di film ringan macam tansformers bakal pusing & bosen lait film ini. Tapi kalo pngen liat film berkualitas, tonton film ini.

RATING : 

 

Ini Lho The Lovely Bones (2009)

 Kalo denger nama itu niscaya yang keinget Trilogy epic The Lord of the Ring Ini Lho THE LOVELY BONES (2009)
Peter Jackson. Kalo denger nama itu niscaya yang keinget Trilogy epic The Lord of the Ring, keberingasan King Kong ato film2 horor aneh jadul. Tapi gimana kalo Peter Jackson bikin film drama yang puitis macam Lovely Bones yang diangkat dari novel berjudul sama??? Ini yang patut ditunggu.

Susie Salmon ialah cewek 14 tahun yang tinggal di keluarga senang bersama kedua ortu & adik cewek & adik cowoknya. Sebuah keluarga ideal yang hidup rukun penuh kedamaian. Sampe suatu hari pas pulang sekolah, beliau lewat di sebuah ladang jagung. Disana beliau ketemu tetangganya yang berjulukan George Harvey. Setelah diajak mampir, Susie mulai curiga sama sikap asing George yang ternyata seorang pedofil. Susie yang nyoba lari gagal & tewas sehabis diperkosa. Kehidupan keluarganya jadi berantakan. Sang ayah depresi & nyoba nyari sang pembunuh. Sedangkan ibunya gak berpengaruh dengan kelakuan suami & milih pergi dari rumah.

Susie sendiri di alam sana sudah hampir masuk surga. Sampe hasilnya beliau milih tetep tinggal di alam antara duania & akhirat. Disana beliau memantau keadaan keluarganya serta keadaan pembunuhnya.  Kalo denger nama itu niscaya yang keinget Trilogy epic The Lord of the Ring Ini Lho THE LOVELY BONES (2009) Dia masih nyimpen dendam. Keluarga Susie juga masih depresi gara2 mayat Susie belum ketemu. Sampe suatu hari Susie tahu sang pembunuh juga ngincer nyawa adiknya. berhasilkah keluarga Susie nemuin identitas si pembunuh? Apa Susie dapat meninggalkan dunia dengan tenang?

 






Wow, kayak bukan tipe film Peter Jackson. narasi yang dibangun berasa puitis banget. begitu juga sama plotnya yang banyak mengandung maksud disetiap insiden yang terjadi. Intinya kita disuguhin sebuah adegan aneh buat menawarkan sebuah kejadian.Salah satu ekunggulan film ini ada di imbas dunia dimana Susie tinggal sebelum ke surga. Absurd, Unik , tapi indah. Walopun gak sereal Avatar & gak seunik Imaginarium of doctor parnassus, tapi tetep ini dunia indah yang berhasil dibangun PJ.

OVERALL : Film ini "katanya" terlalu sedrhana & gak seindah & sebagus novelnya. Makanya banyak pecinta novel Lovely Bones yang mencerca ni film. Tapi bagiku yang belum pernah baca, ni film bagus. Bagi yang belum pernah baca bakal nganggep ni film yang indah & puitis.

RATING : 

 

Ini Lho The Road (2009)

 Film ini biasanya bercerita wacana seorang tokoh utama yang berusaha survive disaat duni Ini Lho THE ROAD (2009)
Film post-apocalyptic emang udah makin banyak sekarang. Film ini biasanya bercerita wacana seorang tokoh utama yang berusaha survive disaat dunia udah mendekati final zaman & udah ancur-ancuran lantaran banyak sekali sebab. Film kayak gini misalnya I Am Legend, Terminator Salvation ato yang paling gres The Book of Eli. Semuanya int ceritanya sama. Satu kesamaannya adalah, tokoh utamanya selalu orang terlatih, ahli sabung & survive. Tapi gimana kalo tokoh utama di film genre begini ialah orang yang sama sekali gak punya kemampuan Istimewa ataupun sejnjata memadahi? The Road menceritakan hal itu.

Dunia sudah diambang kehancuran. Di kondisi kayak gitu, seorang ayah & anak berusaha terus survive berjalan untuk bertahan hidup. Mereka cuman berbekal masakan seadanya & pistol yang isinya cuma 2 butir peluru. Celakanya, mereka gak cuma harus bertahan dari kelaparan & kondisi alam, tapi juga dari serangan insan lain. Yap, masih ada beberapa insan hidup, tapi kebanyakn udah menjadi KANIBAL!
Mereka bertahan hidup secara berkelompok & ngeburu orang-orang lain yang mereka temuin.
Disini juga diceritain secara flashback, gimana bisa sang ibu meninggalkan keluarganya walopun gak diketahui niscaya tuh ibu mati ato nggak. Apakah ayah-anak ini bisa terus bertahan hidup?
 Film ini biasanya bercerita wacana seorang tokoh utama yang berusaha survive disaat duni Ini Lho THE ROAD (2009)










Two Thumbs UP!!! Ini film yang beda. Disini kita seakan ngeliat sebuah insiden nyata. KArena gak ada tuh yang namanya adegan action buat bertarung menyelamatkan diri. Ato tindakan sok satria buat nyelametin orang lain dari serangan apra kanibal. Yang ada cuman seorang ayah yang ngelindungin anaknya tanpa peduli nasib orang lain, yang penting mereka berdua bisa terus bertahan hidup. Hal kayak gini logis banget terjadi di tiap orang dalam kondisi kepepet begitu. Di film ini juga digambarain gimana berharganya aktivitas "MANDI" di jaman itu, bener2 bikin miris, lantaran hal kayak gini juga sangat mungkin terjadi di masa depan (FYI semoga meranin karakternya bisa total, para cast di film ini sengaja gak mandi selama syuting!)

Settingan dunia di film ini juga berasa real. Gelap, surem gada keinginan hidup lagi dah rasanya. Menonton film ini kayak nonton sebuah semi-dokumenter. Mungkin bakal banyak orang yang bosen ngeliat film ini lantaran gak banyak sisi action yang ditampilin. Tapi aku sendiri merasa terhibur sama kerealistisan film yang diangkat dari novel berjudul sama ini. Akting ayah-anaknya juga chemistry keduanya bagus. Semua terlihat terjalin secara alami dari awal sampe selesai.

OVERALL : Ini bukan film yang bisa dinikmati tiap orang. Tapi kalo pengen liat film post-apocalypticic yang beda, tonton film ini.

RATING : 

 

Ini Lho The Wolfman (2010)

akhir ini makhluk jejadian macam Vampir  Ini Lho THE WOLFMAN (2010)
Akhir-akhir ini makhluk jejadian macam Vampir & Werewolf lagi ngetren (Thanks to Twilight & Underworld) Tapi mereka gak lagi dibikin sebagai makhluk serem. Image serem udah ngilang. yang ada justru image cool ato gaul. Udah jarang kayanya film yang mengangkat tema horror dengan makhluk jejadian sebagai sang penebar teror. Tapi tahun ini film seupa muncul lagi. The Wolfman itu remake dari film horo berjudul sama yang rilis tahun 1941 tapi plotnya agak dirubah dari film aslinya.

Lawrence Talbot dapet kabar adiknya, Ben Talbot terbunuh di kampung halamnnya Blackmoor. Lawrence yang semenjak kecil terasing dari keluarganya & kurang suka sama sang ayah dengan berat hati pulang alasannya yaitu pengen tahu apa sebenernya yang menimpa sang adik kesayangan. Pas pulang, ia liat mayit sang adik udah gak terang bentuknya. Makhluk apa yang sanggup ngebunuh & mencincang orang sampe segitunya? Penyelidikannya dimulai sampe suatu malam ia ketemu sama sesosok werewolf! Dia mulai ngeburu tuh makhluk yang berujung Lawrence digigit sama tuh werewolf.
Beruntung ia masih hidup. Tapi gigitan itu punya imbas lain. Lawrence juga berubah jadi werewolf. Selain berusaha nyari siapa pembunuh Ben, ia juga berusaha menghindar dari kutukannya sendiri sebagai werewolf dan menghindar dari kejaran Inspector Francis Aberline (tokoh yang ini bukan rekaan, ia inspektur aktual yang dulu nanganin kasus Jack The Ripper)
akhir ini makhluk jejadian macam Vampir  Ini Lho THE WOLFMAN (2010)








Aku resah sama genre film satu ini. Sang sutradara pengen bikin film horor, tapi gak ada seremnya sama sekali. Emang ada banyak adegan sadis, tapi itu gak cukup buat bikin serem. USahanya buat bikin penonton kaget lewat banyak false alarm juga gagal. Malah terlalu banyak false alarm. Kaprikornus lama-lama basi. Kayanya Joe Johnston sang sutradara terlalu kebawa unsur film underworld. Kaprikornus film ini malah berasa film epic, bukan horor. Apalagi di endingnya.

Tapi film ini juga bukan film yang jelek sebenernya. Setting kota Blackmoor jaman dulu yang dibikin emang bagus. Terasa realistis. Dan ada adegan di film ini yang mungkin bakal ikonik. Yaitu proses transformasi Lawrence buat jadi werewolf yang beneran realistis dan diperlihatkan detil.

OVERALL : Ini bukan film jelek sebenernya, tapi alasannya yaitu sebagai film horor film ini gagal bikin serem, jadi nii termasuk film yang gagal. Karena itu juga pendapatannya di Box Office gagal.

RATING : 

 

Ini Lho The Box (2009)


Awalnya aku cuma tertarik nonton ini alasannya yaitu genre thriller yang ditawarin. Setelah cari informasi dan tahu sutradaranya yaitu Richard Kelly yang ngebikin film cult "Donnie Darko" aku jadi makin penasaran. alasannya yaitu film bikinan Kelly macem D.Darko yaitu film yang punya "rasa" tersendiri. Cara bertutur dan ceritanya unik sehingga banyak orang yang gak suka alasannya yaitu dianggpa bikin bingung. tapi gak sedikit pula yang jatuh hati akrena dianggap film itu berkualitas & beda. Saya sendiri masuk golongan yang kedua. Film the Box sendiri yaitu pembiasaan dongeng pendek berjudul "Button, Button" yang juga pernah disesuaikan ke salah satu episode serial "Twilight Zone".

Norma & Arthur yaitu pasangan suami istri yang rukun. mereka punya anak berjulukan Walter. Hidup mereka tenang. Sampe suatu hari mereka dapet kabar jelek dari pekerjaannya masing-masing yang terperinci bikin kondisi ekonomi mereka seret. Suatu hari mereka mendapati ada sebuah kotak kayu yang diatasnya terdapat sebuah tombol yang tertutup kotak beling yang terkunci. Dan disertai surat kalo ada seseorang berjulukan Mr.Steward yang akan datang. Bener aja, keesokan harinya Mr. Steward dateng & njelasin wacana tuh kotak yang kalo dipencet tombolnya, mereka bakal dapet 1JUTA DOLLAR!

Tapi sebagai gantinya akan ada seseorang yang mati, siapapun itu. Terdorong kondisi keuangan yang seret, Norma atas persetujuan sang suami mencet tuh tombol. Dan bener aja, keesokannya Mr.Steward nyerahin tuh uang & emang bener di suatu daerah lain terjadi sebuah pembunuhan. Setelah itu hidup keluarga ini mulai menemui banyak sekali macem hal abnormal yang diluar nalar.

Lagi-lagi emang film yang cukup sulit dicerna orang biasa. Walopun untuk standar Kelly sebenernya The Box sedikit lebih sederhana. Banyak konflik yan rada berat dicerna. Tapi itu semua dihadirkan dengan cukup menarik. Walopun aku hampir gak ngerasain ketegangan di film ini, tapi tetep aja ingin tau apa yang sebenernya terjadi (tapi garis besar film ini udah cukup tertebak di pertengahan film). Sangat terlihat Kelly nyoba sedikit mainstream disini. FYI, kayanya sebelum The Box gak ada film Kelly yang di peredarannya meraup untung, bahkan selalu rugi. Mungkin alasannya yaitu beratnya cerita. nah, di The Box risikonya ia dapet untung walopun cuma sedikit.

Film ini sendiri punya setting di tahun 1976. Dan emang setting lokasinya berasa banget. gak cuma itu, aura 70an juga terasa di sepanjang film, entah dari musik, sinematografi dan hal-hal lain. Saya sendiri ngerasa menyerupai liat film di tahun 70-80an. Apakah itu salah? Sama sekali enggak. Tiap sutradara emang harus punya style masing-masing, kayak dunia-dunia abnormal Tim Burton, banjir darah Quentin Tarantino, ato special effect jor-joran Peter Jackson & James Cameron.

OVERALL: Bukan film untuk semua orang, selain itu ketegangan kurang berasa. Untungnya masih sanggup menciptakan ingin tau & ceritanya menarik.

RATING: 


Ini Lho Balibo (2009)


Ini ia film yang beberapa waktu kemudian mengundang kontroversi di Indonesia. Kabarnya film ini mengandung muatan polistis yang sangat menyudutkan Indonesia. Film ini sendiri sempat dicekal di beberapa tempat di Indonesia termasuk pameran Jiffest. Tapi pelarangnan pemutaran film ini justru bikin penasaran. Saya sendiri merasa gak mungkin terdoktrin oleh film ini, makanya aku terus nyari nih film.

Dikisahkan 5 wartawan Australia sedang meliput ketegangan yang terjadi di Timor Leste tahun 1975. Saat itu Indonesia emang lagi nginvasi Timor Leste a.k.a Timor Timur. Kelima jurnalis ini nekat untuk meliput di tempat berjulukan Balibo yang berada bersahabat eprbatasan Timor Leste & Indonesia. Bahkan mereka nekat ngambil gambar Tentara Nasional Indonesia yang lagi mulai invasi. Dan sialnya mereka tertangkap tangan & diburu sampe ke sebuah rumah. Mereka berusaha meyakinkan kalo mereka yakni wartawan Australia. Apa mereka selamat atau malah dibantai disana? Beberapa bulan kemudian, Roger East seorang wartawan senior Australia


tetapkan tiba ke Timor atas ajakan Jose Ramos Horta, yang waktu itu masih seorang pejuang muda Fretilin. Roger sendiri tetapkan memeriksa hilangnya 5 jurnalis itu dan mendatangi Balibo walau udah diperingatkan. Apakah Roger berhasil menemukan fakta dibalik hilangnya para jurnalis tersebut?

Yah, film ini emang sangat menyudutkan Indonesia khususnya TNI. Mulai dari teks narasi, adegan, sampe obrolan antar tokohnya menggambarkan kalo Indonesia yakni negara kejam yang tentaranya asal bunuh warga. Tapi aku mencoba menyikapi film ini dengan netral. Toh aku gak tahu gimana kebenaran orisinil dibalik kasus ini. Film ini dibikin sedikit dokumenter. Ketegangan didalamnya juga dihasilkan dengan cukup baik. Adat & alam Timor juga tidak mengecewakan terkspos. Saya suka mendengarkan lagu tempat sana yang dinyanyikan oleh anak kecil yang terasa damai. Gak banyak yang dapat aku tulis alasannya yakni emang film ini sarat nuansa politis & aku coba bersikap netral. Film ini sendiri emang menurut dongeng nyata, tapi lewat sudut pandang Australia. Saya rasa Indonesia jangan cuma mencak-mencak protes menanggapi ni film. Buatlah film Balibo versi Indonesia yang berupa pembelaan kalo negara kita ini bukan negara bengis.

OVERALL: Kalo anda gampang terpengaruh film ini boleh ditinggalkan alasannya yakni film ini mendoktrin dengan "cukup baik". Kandungan thriller & dramanya sendiri cukup menghibur.

RATING: 

Ini Lho Carriers (2009)

Manusia mencoba melarikan diri dari wabah virus atau penyakit. Bukan tema gres sebenarnya. M. Night Shyamalan pada 2008 pernah ngebuat The Happening yang ceritanya sekelompok insan yang mencoba melarikan diri dari kejaran virus yang ditularkan tanaman. Film itu emang ancur banget berdasarkan saya. Saya makin benci sebab dalam film superburuk itu, Shyamalan mengakibatkan aktris favorit saya, Zooey Deschanel sebagai salah satu tokoh utamanya (poor Zooey). Dan kali ini muncul film bertema sama, Carriers. Apakah akan menghasilkan thriller yang menarik? Atau malah menjadi ndeso layaknya The Happening?

Carriers bercerita ihwal 4 anak muda, Brian, Danny, Bobby, dan Kate yang mencoba menuju sebuah pantai yang jadi kawasan liburan favorit Danny & Brian semasa kecil dulu (mereka abang adik). Disana mereka berniat mengurung diri disebuah penginapan yang telah usang kosong sampe wabah virus berakhir. Oya, maksudnya wabah virus disini ialah sebuah virus flu yang amat mematikan yang udah menyebar ke pelosok dunia, sehingga dikit banget orang yang dapat bertahan. "Pelarian" mereka ini ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Sebelum perjalanan, Brian sudah berpesan semoga jangan mempercayai siapapun yang emreka temui, & apabila melihat ada orang terinfeksi virus yang meminta tolong, jangan digubris.
Karena terinfeksi berarti mati. Tapi ternyata hukum itu tidak gampang dijalankan. Nurani mereka sebagai insan tetap ada untuk menolong roang yang mereka temui sepanjang jalan. Makara mereka harus dapat menyeimbangkan rasa iba & ego utnuk bertahan hidup. Sanggupkah mereka mencapai tujuannya?

Aroma thriller yang ditampilkan tidak mengecewakan berhasil menciptakan tegang. Ketakutan & kebimbangan tokohnya akan bisul virus emang menciptakan saya cukup ingin tau meyaksikan sepanjang film. Apalagi sedikit unsur drama yang ditampilkan disini ternyata tidak mengecewakan nendang. Gak cuma sebagai pemanis, tapi juga mengokohkan cerita. Saya jadi membayangkan apabila saya termasuk salah satu diantara 4 orang itu, apa yang akan saya lakukan. Cuek? Menolong sesama? Rela berkorban demi orang yang berharga? Atau apa? Selain itu, reaksi & tindakan yang ditampilkan tokohnya juga cukup logis. gak ada tingkah sok pendekar yang berlebihan disini. Beneran mencerminkan ketakutan insan pada maut yang siap menyergap kapanpun. Kekurangan mungkin cuma ada di durasi yang terlalu pendek. Tidak hingga 90 menit! Coba dipanjangin sekitar 20 menit lagi, mungkin bakal lebih bagus.