Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

Ini Lho Bicara Soal Selera

Kali ini postingan saya bukan ditujukan untuk me-review sebuah film, melainkan sekedar mengembangkan pengalaman dan pendapat saya berkaitan dengan selera menonton film. Selama ini saya sempat mendengar beberapa komentar orang-orang di sekitar saya wacana selera mereka dalam menonton film. Tapi diantara komentar-komentar tersebut ada beberapa komentar yang sering menciptakan saya sedikit risih mendengarnya. Yang pertama yaitu sebuah komentar yang saya dengar ketika sedang berkumpul dengan beberapa sahabat saya. Kami yang sedang ngobrol-ngobrol di kamar kost milik saya ketika itu sedang mulai menyebabkan film sebagai topik pembicaraan. Awalnya kami membicarakan wacana The Avengers yang ketika itu tinggal gres tayang sekitar satu mingguan. Saya yang ketika itu menjadi satu-satunya diantara kami yang sudah menonton mulai sedikit sharing wacana pendapat saya akan film itu, yah sembari menawarkan review yang saya tuliskan di blog ini, yah hitung-hitung sedikit pamer sih. Pembicaraan kemudian beralih pada sosok Robert Downey Jr. dimana salah satu diantara sahabat saya menanyakan film apa saja yang pernah dibintangi Downey Jr. Saya kemudian menyebutkan beberapa judul film mulai dari Sherlock Holmes, Trophic Thunder, Zodiac sampai Due Date.

Begitu hingga pada judul Due Date salah seorang sahabat saya yang lain bertanya "Due Date itu film apaan?" yang eksklusif saya jawab sebagai film komedi. Kemudian terjadilah percakapan yang kurang lebih ibarat ini:

"Oh komedi, kirain drama. Kalo drama sih males nonton!" 
"Loh kenapa males nonton drama?" 
 "Males aja,nggak seru. Lagian masak pemuda suka nonton drama"
"Emang udah sering nonton film drama?"
"Ya nggak pernah lah, males amat. Mending nonton film eksyen"

Benarkah laki-laki tidak pantas menonton film ibarat ini?
Berhubung saya termasuk orang yang gampang terpancing emosi dan daripada menciptakan persoalan kesudahannya saya menentukan mengalihkan pembicaraan. Pembicaraan semacam itu sudah sering sekali saya alami, dan secara umum dikuasai lawan bicara saya yang menngaku tidak doyan drama alasannya yaitu membosankan ternyata hampir tidak pernah nonton drama dan menyampaikan bahwa selera film mereka yaitu film action. Terkadang hal ini menciptakan saya merasa aneh, bagaimana mungkin seseorang bisa menentukan apa selera mereka kalau mereka sendiri belum pernah mencoba hal lain diluar genre film yang mereka sukai tersebut? Sama saja anda menyampaikan bahwa bakso lebih yummy daripada soto tapi anda tidak pernah makan soto.

Berbagai jenis komentar lain persoalan selera yang sempat mengganggu saya salah satunya yaitu ketika ada salah seorang sahabat yang mencaci maki Twilight sebagai sebuah film busuk, dan rasanya di seluruh dunia fenomena ini niscaya terjadi. Seolah-olah Twilight Saga yaitu sebuah franchise terburuk yang pernah ada. Tapi dari beberapa orang yang saya temui yang menyampaikan mereka membenci Twilight, ternyata mereka secara umum dikuasai belum pernah sekalipun menonton salah satu dari saga tersebut. Jika orang itu menyampaikan tidak tertarik maka hal itu bisa dimaklumi, tapi bila ada orang yang sudah mencaci maki film sebelum menontonnya saya rasa itu hanyalah bentuk konformitas saja. 
Apa mereka memang layak dicaci?
Hal yang sama juga berlaku untuk film-film Indonesia. Sekali lagi saya sering menjumpai orang yang dengan semangat mengkritik sineas kita yang menurutnya selalu menciptakan film sampah yang tidak bermutu dan membuatnya tidak tertarik lagi menonton film lokal. Kemudian saya tanyakan apa ia sudah menonton film-film ibarat Pintu Terlarang, Fiksi., Kala, Jermal, Sang Penari dan beberapa judul lainnya, ternyata ia menjawab belum pernah! Pola pikir yang sudah antipati duluan ibarat itulah yang turut menciptakan perfilman kita hancur, bukan semata-mata salah sineasnya. Pola pikir dan selera film penonton lokal juga harus diperbaiki.

Bicara soal selera, dari pengalaman-pengalaman saya diatas menawarkan bahwa terkadang seseorang merasa menyukai salah satu genre film atau membenci sebuah genre atau film dari negara tertentu (India misalnya) lebih alasannya yaitu mereka menutup mata. Mereka membenci drama alasannya yaitu mereka tidak pernah berusaha untuk menikmatiknya. Mereka membenci film India alasannya yaitu mereka tidak pernah berusaha mencari, begitu juga mereka yang membenci film lokal, kebanyakan alasannya yaitu mereka tidak berusaha mencari berlian yang bergotong-royong begitu banyak jumlahnya namun terpendam akhir terlalu banyak orang yang menutup mata mereka akan hal tersebut. Setelah ini saya akan mencoba sedikit sharing wacana pengalaman pribadi saya dalam hal selera film. Hingga awal 2009 kemudian saya sama sekali bukanlah orang yang menyukai film. Jangankan nonton di bioskop, untuk menyewa DVD saja saya tidak pernah. Hal tersebut sebenarya dibuat juga oleh lingkungan dimana sedari kecil hingga Sekolah Menengan Atas saya tinggal di sebuah kota kecil berjulukan Gombong yang terletak di Jawa Tengah bab Selatan dimana disana tidak ada satupun bioskop.
Dulu kawasan ini begitu asing bagi saya
Untuk menonton bioskop, paling bersahabat yaitu menuju Yogyakarta yang bila memakai bus patas maka jarak tempuhnya kurang lebih 3 jam. Dahulu ketika saya Taman Kanak-kanak sempat ada namun bioskop itu terbakar habis dan tidak dibangun kembali. Bahkan bila dihitung sejak saya lahir hingga awal 2009 itu saya pernah menonton bioskop kalau tidak salah gres sebanyak delapan kali (Toy Story, The Lost World: Jurassic Park, Godzilla, Mortal Kombat, Batman&Robin, Pinocchio dan Laskar Pelangi). Saat itu bisa dibilang  FILM BUKANLAH SELERA SAYA.

Sampai kemudian suatu hari saya dan teman-teman saya tiba ke kawasan rental DVD dan disana saya iseng-iseng meminjam beberapa judul film yang resensinya saya baca di majalah HAI, dimana salah satu judul film tersebut yaitu Twilight. Ya, bisa dibilang jalan saya untuk menyukai film dibuka oleh sebuah film aygn sangat dibenci di seluruh dunia. Jujur ketika itu saya cukup menyukai Twilight dan menganggap Edward dan Bella yaitu pasangan serasi. Berkat Twilight kesudahannya saya menentukan menghabiskan liburan semester ketika itu dengan menyewa kembali beberapa film. Sejak ketika itulah saya menjadi seorang anak yang SUKA NONTON. Tapi hanya sebatas itu saja. Film yang saya sewa di rentalan tersebut saya batasi hanya film-film blockbuster dan saya tidak menyewa film drama. Ya, ketika itu saya termasuk golongan "Pria pembenci drama". Saya merasa film drama dan romance bukan pilihan bagi seorang anak laki-laki dan terasa membosankan. Saya bisa dibilang anti terhadap film-film yang menerima nominasi Oscar, alasannya yaitu anggapn saya ketika itu film Oscar pastilah film yang berat dan membosankan. Sampai kemudian saya iseng meminjam sebuah drama yang masuk nominasi Oscar, yaitu Up in the Air. Secara mengejutkan film yang dibintangi George Clooney itu bisa menciptakan saya jatuh cinta. Padahal bila ditilik, film tersebut punya dongeng yang amat jauh dari film yang saya akui sebagai selera saya ketika itu. Saat itu saya yaitu seorang pecinta film macam Transformers dan G.I. Joe yang secara tiba-tiba jatuh cinta pada Up in the Air.
George Clooney changed my life
Semenjak itulah saya tidak lagi anti terhadap film-film Oscar, bahkan saya mulai mencari-cari film pemenang Oscar untuk saya tonton. Saat itu bisa dibilang SELERA SAYA TELAH BERUBAH. Setahun berlalu, saya sudah perlaha menjadi seorang yang SUKA FILM tapi belum seutuhnya. Saat itu saya sudah mulai menulis di blog ini, dan saya masih antipati terhadap film Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir ketika itu film Indonesia yang pernah saya tonton cuma Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Nagabonar Makara 2. Dua film pertama saya tonton murni alasannya yaitu punya hype yang besar, sedangkan film ketiga saya tonton ketika diputar di televisi. Sampai di pertengahan 2010 muncul kehebohan ketika sebuah film dinilai kafir oleh sebuah perkumpulan Agama yang malas saya sebutkan namanya. Film itu tidak lain yaitu ? (Tanda Tanya). Dengan kontroversi yang begitu besar itulah saya memutuskan untuk pertama kalinya mengantri sendirian di bioskop demi menonton film Indonesia, dan hasilnya saya sangat menyukai film itu. Mata saya kembali dibukakan oleh sebuah karya yang berasal dari golongan yang selama ini saya remehkan. Ternyata film lokal masih punya karya yang berkualitas, begitu pikir saya ketika itu. Setelah itu saya mulai mencoba mencari-cari film lokal yang katanya anggun dan kesudahannya saya sadar bahwa BANYAK FILM INDONESIA YANG KEREN. Sekarang malah salah satu sineas lokal yaitu Joko Anwar yaitu satu dari lima sutradara yang karya-karyanya menjadi favorit saya.

Masih banyak lagi bergotong-royong film-film yang bertahap membuka mata saya bahwa apapun genre film dan darimana pun asalnya,selalu punya film yang anggun dan layak dinikmati. Saya sendiri sempat kurang agresif menonton film Asia, sebelum Confession (Jepang) dan I Saw the Devil (Korea) menciptakan saya berubah pikiran khususnya terhadap film-film Korea. Berbagai pengalaman tersebut menciptakan saya tidak pernah lagi menutup mata terhadap satu jenis film tertentu. Mempunyai selera dalam menonton itu wajar. Setiap orang niscaya punya genre film yang disukai dan tidak disukai. Seperti saya sendiri paling suka thriller dan bila dilihat dari sutradaranya maka karya-karya dari Christopher Nolan, Quentin Tarantino, Kim Ki-duk hingga Joko Anwar yaitu favorit saya. Untuk yang tidak saya suka, saya kurang menyukai genre period drama, walaupun begitu saya tetap selalu mencoba menonton film tersebut bila dirasa berpotensi semisal Jane Eyre ataupun Anna Karenina yang akan rilis tahun ini dan niscaya saya tunggu. Pada intinya, pepatah "Tak kenal maka tak sayang" memang benar dan berlaku juga di film. Selera terhadap suatu genre film yaitu wajar, tapi janganlah sekali-sekali anti menonton genre film tertentu hanya alasannya yaitu terdengar akan membosankan apalagi bila anda belum pernah mencoba menontonnya lebih jauh lagi.

Sunday, January 13, 2019

Ini Lho Three Years Of Blogging

Dalam 21 tahun hidup saya, melaksanakan sebuah acara yang sifatnya tidak wajib selama tiga tahun dan masih terus berjalan yaitu sebuah hal yang sanggup dikatakan prestasi. Saya yang gampang bosan akan sesuatu ini memang jarang melaksanakan suatu hal yang memasuki hitungan tahunan. Maka dari itu usia blog yang sudah tiga tahun ini yaitu sebuah pencapaian bagi saya pribadi, apalagi hingga dikala ini saya masih cukup rajin menulis review disini dan masih tetap menikmatinya. Dari situlah saya makin yakin bahwa saya benar-benar menyayangi film dan segala hal-hal yang berkaitan dengannya. Untuk urusan menulis saya bukanlah seorang penulis yang baik dimana itu sanggup dilihat dari tulisan-tulisan saya di blog ini yang sanggup dibilang asal dan seadanya. Untuk film sendiri saya bukanlah orang yang andal ataupun mendapat pendidikan formal di bidang perfilman. Tiga tahun kemudian saya mulai menulis hanya alasannya yaitu merasa ingin menuangkan apa yang saya rasakan sesudah menonton sebuah film. Hal itu perlahan bermetamorfosis sebuah opini saya mengenai film yang saya tonton. Kemudian seiring berjalannya waktu saya makin menemukan kesenangan untuk menggali secara lebih mendalam terhadap film yang saya tonton. Tentu saja pada akibatnya pendapat ataupun interpretasi saya akan sebuah film tidak lebih dari komentar penonton awam biasa dan sama sekali tidak pernah memposisikan diri sebagai andal perfilman.

Sayangnya selama tiga tahun menulis review, saya bahkan mungkin banyak blogger film lainnya yang sering dipandang lain oleh para pembaca. Saya sering mendapati komentar yang menyampaikan bahwa saya sok tahu dan hanya sanggup mengkritik, padahal belum tentu saya sanggup menciptakan film sebagus yang saya kritik. Saya sendiri sering menjumpai komentar serupa di postingan blogger lainnya. Tapi nampaknya orang yang menunjukkan komentar tersebut lupa bahwa saya disini hanyalah seorang konsumen yang memberikan komentar terhadap produk yang gres saya konsumsi. Sebagai pola niscaya anda pernah makan nasi goreng atau makanan apapun yang berdasarkan anda tidak lezat dan menceritakannya pada orang lain. Bahkan saya yakin sering kali anda memberikan kritik terhadap sebuah produk yang berdasarkan anda berkualitas jelek secara pedas. Tapi tentu saja anda tidak harus jago menciptakan nasi goreng untuk menuangkan kritik tersebut bukan? Sebuah produk dibentuk untuk memuaskan konsumennya, dan pada film konteksnya yaitu memuaskan para penonton. Apabila penonton tidak merasa puas mereka boleh melancarkan kritikannya. Mungkin ada yang berkata bahwa percuma saya melontarkan kritik, toh para sutradara Hollywood yang saya kritik tidak akan membacanya sebagai evaluasi. Tapi yang saya lakukan hanyalah memberikan rasa, alasannya yaitu sekali lagi film yaitu bentuk kesenian dan seni tidak pernah terlepas dari rasa. Saya tidak mencoba sok tahu wacana film yang saya tonton dan hanya mencoba menuliskan yang saya rasakan. Tidak jauh beda dengan goresan pena di buku harian.
Orang yang selalu menciptakan saya mencicipi moviegasm
Mengkritik bukan berarti tidak menghargai sebuah hasil ataupun capaian. Bayangkan kalau kritik tidak dilontarkan hanya alasannya yaitu alasan tidak menghargai. Mungkin tidak ada orang yang pernah berguru dari kesalahan yang telah mereka lakukan. Apakah kritik harus dilakukan oleh para ahli? Tentu tidak, alasannya yaitu penonton awam justru sanggup jadi sebuah sumber data mengenai produk yang telah dihasilkan, dalam hal ini sebuah film. Makara silahkan pikir lagi kalau anda masih merasa bahwa tidaklah pantas bagi orang awam ibarat saya melontarkan kritik terhadap suatu film. Tentu saja hingga kapanpun selama masih memungkinkan saya akan berusaha tetap menulis di blog ini, mengingat film benar-benar mengubah hidup saya. Lewat film saya menemukan banyak sekali pelajaran luar biasa. Saya yang selama berkuliah ini cukup aktif dalam acara teater menjumpai bahwa film benar-benar berperan luar biasa mulai kalau saya menjadi pemain film dan memerlukan referensi, atau disaat saya menulis naskah juga menyutradarai sebuah pementasan. Film bagaikan sebuah panutan saya dalam menjalani hal tersebut. Yang paling penting lewat film saya mendapat sebuah sasaran dalam hidup saya. Saya yang sebelumnya tidak merasa punya sasaran masa depan yang niscaya menjadi mempunyai sebuah pencapaian yang berusaha saya raih sekuat tenaga. Lewat film saya jadi mempunyai suatu hal yang begitu berharga untuk diraih dengan segenap usaha.
Sudut pengambilan gambar favorit saya
Setelah sekian usang akibatnya sekarang saya punya kesempatan untuk memproduksi film perdana saya yang sekarang memasuki tahap pra-produksi. Meski hanya film pendek yang berdurasi kurang lebih 20 menit, ini saya jadikan sebagai watu lompatan untuk berusaha melompat jauh lebih tinggi lagi di masa depan nanti. Lewat film saya menjadi mengenal banyak tokoh sebagai panutan mulai dari Joko Anwar dengan segala etos kerjanya, David Lynch dengan visi surealisme yang menginspirasi saya dalam menciptakan naskah teater, hingga tentunya Quentin Tarantino yang karyanya selalu menjadi isnpirasi saya baik dalam hal penggarapan teknis. Pada akibatnya saya bersyukur sanggup mengenal film serta menulis di blog ini. Tanpa itu saya tidak akan terpacu untuk menyelami film lebih dalam dan mungkin tidak akan pernah menemukan sebuah sasaran yang begitu berharga untuk sanggup diraih. Semoga blog ini akan terus bertahan hingga tahun-tahun berikutnya.

Sebagai "bonus" di bawah ini saya cantumkan daftar  20 film terbaik tahun 2013 hingga bulan Mei versi Movfreak yang disusun urut abjad (klik judul film untuk membaca review-nya)

1.   AMOUR
2.   DJANGO UNCHAINED
3.   EVIL DEAD
4.   EXCISION
5.   FLIGHT
6.   HITCHCOCK 
7.   PITCH PERFECT
8.   RUBY SPARKS
9.   SEVEN PSYCHOPATHS
10. SIGHTSEERS
11. SILVER LININGS PLAYBOOK
12. STAR TREK INTO DARKNESS
13. THE IMPOSSIBLE
14. THE IMPOSTER
15. THE MASTER
16. THE PLACE BEYOND THE PINES
17. TO THE WONDER
18. UPSTREAM COLOR
19. WRECK-IT RALPH
20. ZERO DARK THIRTY

Saturday, January 12, 2019

Ini Lho Liebster Award & Sunshine Award

Bukan, ini bukan ajang penghargaan film ataupun lomba dan semacamnya. Liebster Award dan Sunshine Award ialah sebuah bentuk postingan berantai yang disebarkan antar blogger-blogger yang pada dasarnya berisi pertanyaan-pertanyaan acak hingga fakta-fakta yang jauh lebih acak dari empunya blog. Bisa dibilang ini ialah ajang seru-seruan tapi sekaligus untuk menunjukkan rekomendasi antar masing-masing blog. Saya sendiri direkomendasikan dalam ajang ini oleh blog Ajirenji dan Manusia Unta. Terima kasih sebanyak-banyaknya atas rekomendasinya sebab saya sendiri tidak menyangka akan menerima rekomendasi hehehe. Makara ini ia Liebster Award dan Sunshine Award dari Movfreak Blog

LIEBSTER AWARD
Untuk Liebster Award, isinya ialah 11 fakta acak wacana diri saya dan 11 balasan dari pertanyaan yang diberikan oleh blog yang menominasikan saya.

11 fakta acak dan tidak terang wacana saya:
  1. Memilih mangkir kuliah daripada harus tidur dibawah 6 jam per hari
  2. Terobsesi ingin jadi sekeren Ryan Gosling di Crazy Stupid Love
  3. Pecinta rokok yang dibelakangnya bungkusnya bertuliskan Superfine Clove (tidak sebut merk)
  4. Pemuja Oasis khususnya si sinting Liam Gallagher
  5. Disebut "Raja Wacana" gara-gara sering melempar wacana yang gagal dilaksanakan
  6. Sangat terinspirasi oleh Kim Ki-duk dan Quentin Tarantino
  7. Punya tanggal lahir yang menyerupai sama Yoona SNSD (dia 30 Mei, saya 3 Mei. Mirip bukan?)
  8. Tidak menganggap Angelina Jolie manis (am I the only one?)
  9. Paling membenci binatang berjulukan kodok
  10. Menganggap aktivitas ber-teater lebih banyak ilmunya daripada perkuliahan di kelas
  11. Doyan nonton bokep tapi lebih doyan nonton video-nya SNSD
Untuk 11 pertanyaan berikutnya, saya terpaksa harus menentukan antara Ajirenji atau Manusia Unta. Dengan pertimbangan blog Ajirenji lebih dulu menominasikan saya, jadi saya karenanya menentukan pertanyaan dari Reino Ezra si empunya blog Ajirenji (sorry ya bang Unta). Ini ia 11 pertanyaannya:

Movie franchise that overall satisfy you the most? 
- Trilogi Batman versi Nolan. Sempurna!

Actor/actress that drives you to the theatres to watch his/her movies no matter what?
- Daniel Day-Lewis. Akting keren dan sangat pilih-pilih tugas jadi sekalinya main film niscaya keren.

Would you prefer Johnny Depp being dramatic (like in Finding Neverland, Public Enemies) or eccentric (like in everything else he's done)?
- Dramatic! Bosan sama aksara eksentriknya, padahal Depp punya potensi yang jauh lebih besar.

Gunfight or swordfight?
- Swordfight, asalkan dikemas brutal dan penuh gore

Do you think that The Amazing Spider-Man movie was really necessary?
- Not really, tapi tetap film yang memuaskan.

Most favorite Disney animation feature film (non-Pixar)?
- Jarang nonton Disney. Mungkin Tangled.

The movie that makes you craving for the food(s) shown on screen?
- Sepertinya tidak ada.

Indonesian folk tale that should be made into an epic fantasy movie?
- Timun Emas. Klimaksnya niscaya seru tuh

Indonesian artist/musician whose songlist should be made into a musical?
- Antara Endah n Rhesa sama The Upstairs. 

Foreign film that would be great if adapted to Indonesian version?
- The Dictator! hahaha

Let's say you're extremely rich, which Indonesian director would you gladly fund at least 50 billion rupiahs to make a single movie?
- Pastinya Joko Anwar. Bayangkan bakal segila apa filmnya.


Nah kini giliran saya untuk menuliskan 11 pertanyaan yang nantinya akan dijawab oleh blogger yang saya rekomendasikan untuk Liebster Award:
  1. Wajarkah seorang pemuda lebih menyukai film drama daripada action?
  2. Pilih K-Pop atau Britpop?
  3. Perlukah adegan seks dipotong secara total dalam sebuah film di bioskop?
  4. Joe Taslim atau Iko Uwais?
  5. Film horror lokal paling seram?
  6. Siapa sosok orang Indonesia yang kisah hidupnya layak dibuatkan film?
  7. Mendengar nama Garin Nugroho, apa yang terlintas pertama kali di pikiranmu?
  8. Apa kau membenci Twilight?
  9. Film yang sudah kau tonton minimal 5 kali?
  10. Film apa yang paling menggambarkan kehidupanmu?
  11. Kira-kira berapa tahun lagi film Indonesia masuk nominasi Oscar?
Siapa saja yang saya nominasikan akan saya tulis dibawah. Nah untuk kalian yang saya nominasikan, ini yang harus dilakukan:
  1. Tuliskan 11  fakta acak wacana dirimu
  2. Jawablah 11 pertanyaan yang dilempar oleh blogger yang menominasikan kamu.
  3. Nominasikan 11 blog sahabat kau yang lain untuk ikutan The Liebster Award, sertakan tautan blognya.
  4. Buatlah 11 pertanyaan gres untuk dijawab oleh sahabat blogger yang kau nominasikan. (Pertanyaannya bebas, nggak harus terbatas satu topik tertentu kok)
  5. Sertakan gambar/logo Liebster Award dalam postingan. Bisa dicari di Google.
  6. Jangan lupa juga kasih tahu orangnya jikalau blog mereka kau nominasikan

SUNSHINE AWARD
Sama menyerupai Liebster Award, dalam Sunshine Award saya juga dinominasikan oleh Ajirenji dan Manusia Unta (lagi-lagi terima kasih). Berikut ini pertanyaan-pertanyaannya:

1. Favorite Actor/Actress:
- Leonardo DiCaprio. Aktor satu ini sanggup dibilang punya semua hal yang diharapkan seorang aktor. Wajah ganteng, akting luar biasa, dan tentunya bankable alias sanggup dengan gampang menciptakan film yang ia bintangi menerima banyak uang. Oscar wajib menunjukkan piala Best Actor secepatnya!

2. Favorite Book:
- Jarang baca buku, tapi yang paling favorit itu komik Monster karangannya Urasawa Naoki. Komik yang merubah persepsi saya terhadap sebuah dongeng yang ada dalam komik. smart, scary and twisted.
Ada komik yang lebih tegang dari ini?
 3. Favorite Song:
- Lagu Live Forever punya Oasis itu sama menyerupai judulnya merupakan lagu yang abadi. Aransemen sederhana tapi punya hook yang luar biasa mantap. Sebuah anthem bagi mereka yang ingin bebas dan memandang hidupnya secara positif.
Kakak beradik edan yang bikin generasi 90-an nggak depresif
 4. Favorite TV Show:
- Running Man! Disaat stok film habis atau nggak ada yang menarik, selalu ini yang jadi pelepas stres.

5. Favorite Food:
- Nasi telur, hahaha. Bagaimana lagi, ini ia masakan favorit anak kos yang keuangannya menipis.

6. Favorite Drink:
- Apapun yang berisikan strawberry.

7. Favorite Director:
- Kim Ki-duk dan Quentin Tarantino. Lumayan mengagumi David Lynch dan Joko Anwar juga.
Bocah desa, nggak lulus sd, tapi sanggup menang Golden Lion!
 8. Favorite Music Video:
- Lihat gambar di bawah
Nah ini ia video paling oke
9. Favorite Movie:
- Pulp Fiction, sebab film terbaik dari Tarantino itu artinya film terbaik sepanjang masa.
Enough said
10. Favorite Place:
Di kamar, diatas kasur.



Untuk teman-teman yang saya nominasikan, aturannya tidak jauh beda dengan Liebster Award:
  1. Pasang logo The Sunshine Award di postingan.
  2. Sebut dan tautkan blog yang menge-tag kamu.
  3. Jawablah 10 pertanyaan wacana diri kamu. Bisa ambil dari pertanyaan yang udah ada di sini atau sanggup ganti bikin sendiri yang baru.
  4. Tag 10 blogger sahabat kamu, sertakan juga tautan ke blog mereka di postingan kamu.
Kemudian ini ia 11 blog yang saya nominasikan untuk kedua award ini. Tapi saya nggak tahu apa blog-blog ini sudah dinominasikan atau belum. Kalian boleh menentukan salah satu award atau kedua-duanya. Selamat menjawab ya.
  1. CineTariz
  2. Tukang Review
  3. Vampibots
  4. Niken Bicara Film
  5. Movievora
  6. Review Film oleh Luthfi Prasetya Putra
  7. Amir at the Movies
  8. Catatan Nonton
  9. Prillamie

Ini Lho Liebster Award (Again)

 
Ya, sebelumnya posting mengenai Liebster Award dan Sunshine Award sudah pernah saya posting di sini. Namun alasannya ada beberapa blog yang kembali menominasikan blog ini dan sesudah membaca pertanyaannya saya merasa cukup menarik untuk dijawab, saya pun memutuskan untuk menjawab kembali pertanyaan-pertanyaan di Liebster Award. Blog-blog yang menominasikan saya kali ini ialah Movievora dan It Caught My Eyes. Dalam postingan kali ini hanya Liebster Award saja yang jawab dan saya tidak menominasikan blog lagi alasannya postingan kali ini murni untuk seru-seruan menjawab pertanyaan dari blog yang menominasikan saya tersebut.

Yang pertama ialah 11 pertanyaan dari blog Movievora:

Kalau nonton film ke bioskop, pilih sendiri, sama sahabat atau sama pacar? Kenapa? 
- Sama pacar. Karena cara paling asyik menunggu film dimulai ialah dengan pacaran  

3 Film yang bisa menciptakan kau menangis?
Banyak sih, tapi diantaranya Toy Story 3, Once, Coldplay Live 2012 

Momen nonton film di bioskop paling mengesankan?
- Mungkin special screening The Raid. Filmnya keren, terus bisa ketemu Gareth Evans, Yayan Ruhian dan Iko Uwais.  

3 Song from Motion Picture favorit kamu?
- Falling Slowly (Once), The Blower's Daughter (Closer), Misirlou (Pulp Fiction)  

Kalau menghadiri gelaran Oscar, kau akan gandeng siapa dan pake baju rancangan siapa?
Mungkin Amy Adams. Nggak paham sama perancang baju hehe 

Siapa aksara dalam film yang kayaknya asyik buat dijadikan sahabat hidup kamu?
-  Karakternya Marketa Irglova di Once. Pasti seru bisa nge-jam dan bikin lagu berdua.

Kalau kau seorang movie star, pengen diarahin ma sutradara siapa?
- Quentin Tarantino pastinya.  

Julia Roberts atau Sandra Bullocks?
- Sandra Bullock  

Apa yang akan kau lakukan jikalau kau mengalami insiden ala-ala Evil Dead atau The Cabin in The Woods?
Yang penting nggak nge-seks, nggak sok mahir dan nggak berambut pirang maka ada kemungkinan selamat. 

Most Sensual Scene hadir di film?
  Semua adegan seks/nude yang melibatkan aksara Jin-a di Birdcage Inn-nya Kim Ki-duk.

Pandora (Avatar) atau The Shire (LOTR) ?
- The Shire.


Berikutnya ialah 11 pertanyaan dari blog It Caught My Eyes:

Nonton sendiri atau rame-rame?
- Asal di ruangan bioskop nggak berisik, pilih rame-rame

Robert Downey Jr’s Sherlock or Benedict Cumberbatch’s Sherlock? Why?
- Benedict Cumberbatch. Fisik dan karakterisasinya lebih seolah-olah dengan versi novel.

TV Series atau Drama favorit? 
- Running Man!

Apa film pembiasaan terburuk berdasarkan anda? Kenapa?
- Batman & Robin. Perlu dijelaskan kenapa?

Emma Watson or Anne Hathaway? 
- Anne Hathaway.

If you can make a movie out of a writing, what book/fanfiction/any other kind of literature would you choose?
- Komik Monster karya Urasawa Naoki, bakal jadi thriller kriminal keren.

Mana yang lebih menyebalkan: Telat menonton alasannya menunggu teman, atau menonton di studio yang penuh bawah umur dan abg alay yang ribut?
-Menonton penuh abg alay ribut. Pengen ngehajar mereka.

Lebih suka Rumah Dara atau The Raid?
 - Rumah Dara.

Have you ever laugh while watching a gory scene?
-Setiap nonton film-film gore-nya Nishimura niscaya ketawa.

Apa anda mengoleksi VCD atau DVD original? Kalau iya, koleksi apa yang anda anggap paling berharga?
-Nope.

Movie soundtrack yang paling memorable?
- Falling Slowly dari film Once. Super romantic!

Friday, January 11, 2019

Ini Lho Vote For Buronan Film

Dalam postingan kali ini saya berniat sedikit promosi dan meminta pemberian pada pembaca blog ini wacana kompetisi yang sedang saya ikuti, yaitu Buronan Film. Apa itu Buronan Film? Singkatnya ini yaitu kompetisi untuk menyaring bakat-bakat muda perfilman Indonesia. Kompetisinya sendiri memiliki dua tahap, tahap pertama yaitu seleksi konsep film dimana tiap-tiap akseptor harus mengirimkan konsep/sinopsis film buatan mereka. Saya sendiri mengirimkan 8 konsep yang alhamdulillah 6 diantaranya berhasil lolos ke babak kedua. Tahap kedua sendiri diikuti sekitar lebih dari 400 konsep dongeng yang sudah diseleksi dari total 1000 lebih konsep cerita. Di tahap kedua ini tiap akseptor harus menciptakan konsep trailer dari dongeng yang mereka buat. Bedanya, jikalau tahap pertama seleksi dilakukan oleh panitia, maka babak kedua ini pemenang ditentukan lewat voting. Kemudian nantinya akan diambil tiga besar dengan voting terbanyak untuk nantinya diproduksi dengan bujet 500 juta. Seperti yang sudah saya bilang, kali ini saya meminta pemberian dari para pembaca untuk menawarkan vote pada karya-karya saya. Berikut ini saya tuliskan garis besar dongeng dari keenam dongeng milik saya:


SOULCASE : Dua orang pekerja bayaran profesional ditugaskan untuk mengambil sebuah jiwa milik seorang perempuan eksentrik yang dicuri oleh seorang setan berwujud insan berjulukan Johan (https://buronanfilm.com/id/showcase/soulcase/)

F(R)ICTION : Sepasang kekasih sedang melaksanakan proses syuting film indie dimana proses tersebut perlahan malah membaurkan batasan antara fiksi dan realita. (https://buronanfilm.com/id/showcase/friction/)

WITNESSES : Terjadi sebuah kasus pembunuhan dimana korbannya yaitu seorang perempuan yang mayatnya ditemukan di rumah dengan peluru bersarang di kepalanya. Ada tiga saksi dalam kasus pembunuhan ini, yaitu suami, pembantu dan selingkuhan sang suami. Tapi ketiganya menawarkan kesaksian yang berbeda-beda. (https://buronanfilm.com/id/showcase/witnesses/)

WHO'S ALL ALONE : Seorang laki-laki yang bekerja di perusahaan penyewaan keluarga harus berurusan dengan banyak sekali macam kondisi dari masing-masing kliennya. (https://buronanfilm.com/id/showcase/whos-all-alone/)

HAPPY BIRTHDAY : Seorang laki-laki terbangun, terkurung di sebuah ruangan sempurna pada hari ulang tahunnya. Dia harus keluar dari ruangan tersebut dalam waktu 30 menit dan jikalau gagal sang istri akan dibunuh. (https://buronanfilm.com/id/showcase/happy-birthday/)

HORN : Pria penderita satyriasis (hiperseksual pada laki-laki) berada dalam masalah antara pemenuhan nafsu dan watak masyarakat di sekitarnya. (https://buronanfilm.com/id/showcase/horn/)

Saya akui keenam konsep trailer yang saya buat punya kualitas yang tidak terlalu baik alasannya dikerjakan buru-buru (mengejar deadline) tapi saya pastikan jikalau berhasil memenangkan kompetisi ini maka teknis filmnya akan jauh lebih baik. Nah untuk cara vote-nya menyerupai ini:

1. Login dengan FB atau Twitter ke web buronanfim.com atau dapat juga menciptakan akun disana
2. Cari film-film diatas kemudian klik "watch the trailer" atau eksklusif buka link masing-masing film yang saya tulis diatas. 
3. Ada dua gambar jempol di bawah traler, klik jempol atas yang menyerupai like di Facebook.
4. Satu akun hanya dapat sekali menawarkan vote pada satu film tapi dapat juga menawarkan vote pada film-film lainnya, jadi dengan satu akun anda dapat memberi vote pada enam film saya .
5. Penilaian: satu like menghasilkan poin +1, sedangkan 3 dislike menghasilkan poin -1

Vote dibuka sampai tangga 1 Mei jadi dapat sebarkan dan promosikan juga ke teman-teman kalian. Saya hanya dapat menjanjikan bahwa jikalau saya memenangkan kompetisi ini saya akan menawarkan teknis dan hasil yang jauh lebih baik dari konsep yang sudah saya upload. Dan jikalau anda sudah sering membaca blog ini niscaya anda tahu bahwa saya begitu terinspirasi oleh Kim Ki-duk dan Tarantino (saya tahu film-film mereka susah laris di Indonesia dan dapat menuai kontroversi, but I have to try).

Sekali lagi saya meminta pemberian dengan sangat dan jikalau ada kebingungan dapat ditanyakan eksklusif di komentar artikel ini, terima kasih banyak :)

Thursday, January 10, 2019

Ini Lho My Short Movie: Conversation Of Men

Yap, menyerupai yang sudah tertulis di judulnya postingan ini aku maksudkan untuk membagi satu lagi film pendek yang telah aku buat. Film berjudul "Conversation of Men" ini bersama-sama dibentuk secara "mendadak". Tidak hingga satu ahad yang kemudian aku sedang dalam proses mengerjakan tiga film pendek (satu sedang finishing, satu dokumenter sedang di edit, dan satu lagi masih tahap syuting), tapi sebab beberapa kendala, ketiganya harus tertunda dan belum terselesaikan. Saya pun tetapkan untuk menciptakan satu film secara mendadak tanpa memakai naskah. Mengaja dua orang teman saya, sehabis briefing selama setengah jam, kami pun pribadi mulai pengambilan gambar yang berlangsung dua jam. Setelah melalui proses editing singkat, film ini pun selesai. Lucunya ini yaitu film keenam menurut dimulainya proses tapi malah simpulan sebagai film ketiga saya. 

Ceritanya sendiri sangat sederhana dan berasal dari salah satu pengalaman pribadi aku dan mungkin kalian para pria juga pernah mengalaminya. Silahkan pribadi tonton saja "Conversation of Men" ini dan selamat menonton dan mengevaluasinya :)


Sebagai "bonus" aku tambahkan sebuah video iseng-iseng yang sekitar satu bulan kemudian aku ambil bersama pacar saya. Sekedar info, ini blog fashion yang ia miliki (numpang promosi hehe) Prillamie

Sunday, January 6, 2019

Ini Lho Top 20 Oasis Songs

Blog film macam apa ini??? Bukannya menulis perihal Oscar atau Sundance tapi malah membuat list musik! Maafkan saya sebab tidak dapat menahan diri untuk menulis perihal grup band yang membawa britpop ke puncak ketenaran ini, but Oasis is my soundtrack of life. Tanpa Oasis saya masih akan menjadi pria pemalu yang sentimentil dengan lagu-lagu Coldplay sepanjang waktu (tanpa bermaksud merendahkan Chris Martin dkk). Tidak berlebihan ketika saya menyatakan dengan gembira bahwa Oasis merubah cara saya menjalani hidup. Kejeniusan Noel Gallagher merangkai musik penuh chorus anthemic dan lirik keren plus attitude Liam Gallagher yang merasa dirinya Tuhan beserta perselisihan tanpa final keduanya yakni candu yang tak dapat ditolak. In 1995-1997 they were the biggest grup band in the world. Oasis boleh bubar, Liam Gallagher boleh kehilangan bunyi "Godlike" miliknya dan mengalami midlife crisis, Noel Gallagher boleh kehilangan sentuhan rock 'n roll dalam lagunya sekarang, tapi karya Oasis selalu abadi...dan saya sangat percaya akan ada reuni suatu hari nanti (mungkin tahun ini???). Berikut ini 20 lagu Oasis favorit saya. MADFERIT!

20. Married with Children
Definitely Maybe adalah album rock 'n roll tapi uniknya ditutup lewat track balada akustik ini. Noel menuliskan rasa muak dalam hubungan sambil menyelipkan romansa disitu. Simplicity at it's best.

19. Lyla
Single yang jadi menandakan Oasis return to form dari grup band yang kehilangan semangat kembali menjadi gerombolan rockstar berbahaya. Pure rock 'n roll!

18. Don't Go Away
Bagi saya Be Here Now bukan album terburuk Oasis, sebab di tengah kebisingan yang berlebihan masih ada beberapa masterpiece, ini salah satunya. Salah satu lagu cinta terbaik Noel dengan emosi yang tersalur tepat lewat tarikan bunyi terbaik Liam.

17. Champagne Supernova
"...slowly walking down the hall, faster than a cannonball, where were you while we were getting high?" That's genius! Begitu pula isian gitar Noel. Listen to this song when you're drunk, and you'll find magic.

16. Don't Look Back in Anger
Salah satu lagu paling populer dari Oasis selain Wonderwall (which I don't really like). Saya bukan penggemar berat bunyi Noel, tapi terang lagu ini diciptakan olehnya, dan untuknya. Chorus-nya secara otomatis akan membuat para pendengar bernyanyi dengan lantang.

15. Half the World Away
Satu lagi track yang dinyanyikan Noel. Seperti kebanyakan lagu b-side Oasis, Half the World Away berisikan Noel bernyanyi dengan hanya iringan gitar akustik. That's perfect.

14. I'm Outta Time
Lagu yang memantapkan posisi Liam sebagai penulis lagu yang sesungguhnya. Disinilah saya mencicipi Liam Gallagher bertransformasi menjadi John Lennon lewat aransemen dan cara bernyanyinya. One of the most depressing song by Oasis.

13. Acquiesce
Liam dan Noel berduet dalam sebuah lagu yang (seolah) bertutur perihal rasa terpendam mereka untuk satu sama lain. Selintas terbayang abang beradik ini masih saling menyayangi. Lagu rock yang indah.

12. Songbird
Jika I'm Outta Time adalah pemantap, maka inilah awal perubahan Liam dari penulis lagu buruk macam Little James menjadi songwriter yang solid. Keindahan cinta terangkum tepat dalam dua menit.

11. Rock 'N Roll Star
Oasis yakni grup band yang sombong, optimistis dan merasa bahwa mereka yakni the biggest thing in the world. Lagu ini deskripsi tepat dari hal itu. Jari tengah untuk mereka yang menghalangi mimpi-mimpi kita.

10. Go Let it Out
Inilah momen dimana Oasis bertransformasi dari grup band yang memuja The Beatles menjadi grup band yang membuat musik The Beatles era Magical Mystery Tour dengan sentuhan psychedelic penuh synth, drum loop dan melodi gitar reverse.

9. The Shock of the Lightning
Lagu ini menyerupai pesawat jet. Melaju kencang tanpa jeda sedikitpun. Tempo dan intensitas yang tidak pernah menurun, drum solo yang badass membuatnya menjadi lagu terbaik di final era Oasis.

8. Fuckin' in the Bushes
Satu-satunya lagu instrumental keren dari Oasis yang akan membuatmu merasa sebagai orang paling keren ketika mendengarkannya. "Well you GO TO HELL!!!"

7. Morning Glory
Mungkin kokain itu tidak keren, tapi lagu ini membuatnya terlihat sebagai suatu pengalaman dreamy yang memusingkan sekaligus menyenangkan. "All your dreams are made, when you chained to the mirror and the razor blade..." Cara jenius untuk bertutur perihal drugs dalam lirik.

6. All Around the World
Lagu epic yang sesuai dengan pengemasan berlebihan album Be Here Now. Dinamika lagunya luar biasa, mulai dari pembuka yang kalem hingga titik puncak yang berisik. Seperti menggambarkan bagaimana hidup ini berjalan.

5. The Hindu Times
Heathen Chemistry is not their worst album, but very lackluster. Seolah tidak ada ambisi disitu, tapi keberadaan lagu yang isian gitarnya menyerupai lagu Stereophonics ini meyakinkan bahwa setidaknya akan ada satu masterpiece dalam tiap album Oasis. Melod gitarnya adiktif.

4. Lord Don't Slow Me Down (Liam's Version)
Mulai pertengahan 2000-an bunyi Noel terang lebih yummy didengar daripada Liam, tapi lagu ini membuktikan bahwa Liam tetap lebih cocok ketika mengisi lagu rock 'n roll daripada sang kakak. Sebuah teriakan yang berisikan ambisi begitu besar.

3. Let's All Make Believe
Noel penulis lagu yang jenius, tapi terang ia buruk dalam menentukan track list album. Terbukti dari begitu banyak lagu keren yang berakhir hanya sebagai b-side. Lagu ini yakni b-side terbaik mereka, yang akan meningkatkan jauh kualitas album Standing on the Shoulder of Giants jika diikutkan dalam album. Kuat akan kesan perpisahan, kelam, emosional, menggambarkan momen kelam ketika Oasis ditinggal dua personilnya. Saya curiga Noel tidak memasukkan lagu ini sebab terlalu personal.

2. Cigarettes & Alcohol
Saat Noel Gallagher masih benar-benar punya sesuatu untuk dituturkan dalam liriknya, maka kejujuran gamblang lah yang hadir. Seperti di lagu ini yang bercerita perihal kehidupan working-class society di Inggris, khususnya Manchester. Liriknya, isian gitarnya yang mengambil dari Get it On-nya T-Rex, hingga gaya bernyanyi unik Liam (Imaginasyieeeen) yakni kombinasi luar biasa. Lagu yang mendefinisikan sisi rock dari Oasis.

1. Live Forever
Tarik mundur ke awal 90-an, musik Grunge dengan Nirvana yang kental intensi bunuh diri lewat sosok Kurt Cobain mendominasi dunia. Banyak orang terinspirasi dan memuja kematian. Noel yang sebetulnya juga penggemar Cobain merasa risih dengan fenomena itu, dan membuat lagu yang bertutur perihal optimisme kehidupan dan mimpi ini, mengacungkan jari tengah bagi mereka yang merasa hidup itu sesuatu yang buruk. Simak reff-nya:

Maybe I just want to fly, I want to live I don't wanna die
Maybe I just want to breath, Maybe I just don't believe
Maybe you're the same as me, We see things they'll never see
You and I, we're gonna LIVE FOREVER

Live Forever membuat saya lebih menghargai kehidupan, memandang positif dan tidak pernah mengalah untuk menggapai semua impian.