Showing posts sorted by relevance for query 15-film-indonesia-terbaik-2015. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query 15-film-indonesia-terbaik-2015. Sort by date Show all posts

Wednesday, December 12, 2018

Ini Lho 15 Film Indonesia Terbaik 2015

Setelah lima tahun menulis di blog ini untuk pertama kalinya saya mempublikasikan daftar film terbaik Indonesia dalam setahun. Alasannya sederhana; tahun ini saya tetapkan untuk lebih banyak menonton film Indonesia di bioskop. Semoga di tahun 2016 nanti kualitas film negeri ini semakin meningkat dan jumlah yang saya tonton pun makin banyak. Tanpa perlu berlama-lama, berikut yaitu 15 film Indonesia terbaik tahun 2015 versi Movfreak. 

15. ABOUT A WOMAN
Meski inferior bila dibandingkan dengan "Lovely Man" dan "Something in the Way", film ini tetap menjadi epilog mengesankan dari trilogi arthouse milik Teddy Soeriaatmadja. Memang predictable, tapi Teddy menyuguhkan eksplorasi menyesakkan perihal masa tua, kesendirian dan hasrat seks terpendam.
14. NGENEST
Debut seorang Ernest Prakasa yang mengajak kita semoga lebih santai menjalani hidup. Lucu dan romantis, menyenangkan jadinya melihat para pelaku stand-up comedy mendapatkan film yang mewadahi bakat mereka.
13. SITI
Segala kesederhanaan baik pada dongeng maupun teknis yang dimiliki "Siti" memang sulit ditolak. Sebagai pecinta kesuraman visual hitam putih, mata saya benar-benar dipuaskan olehnya.
12. HIJAB
Sama menyerupai "Ngenest", film ini mengemas suatu pesan sensitif dengan cara santai penuh canda tawa. Hanung Bramantyo kembali ke ranah tontonan ringan yang justru jauh lebih efektif dari kebanyakan film "serius" karyanya akhir-akhir ini. 
11. SINGLE
Film terbaik Raditya Dika yang bila Ernest tidak merilis film tahun ini mungkin layak diberi judul "Ngenes". Selain production value mumpuni, keberhasilan memunculkan rasa galau para jomblo berpadu efektifitas komedi jadi puncak 
pencapaian Dika.
10. KAPAN KAWIN?
Tidak ada yang Istimewa dari ceritanya, tapi pemaksimalan romantisme dan komedi menimbulkan film ini sebagai rom-com sempurna yang memenuhi hakikatnya. Duo Reza Rahadian dan Adinia Wirasti menawarkan salah satu chemistry terkuat tahun ini.
9. GURU BANGSA TJOKROAMINOTO
Naskahnya mungkin kurang menggali aspek emosional secara mendalam, tapi Garin Nugroho yaitu pencerita mumpuni. Lompatan alur pun terasa enjoyable. Seluruh aspek tergarap maksimal hingga ke detail terkecil, dan Reza Rahadian menandakan kematangannya sebagai seorang aktor.
8. NAY
Terlepas dari banyaknya kritisi terhadap orisinalitas konsepnya, Djenar Maesa Ayu sekali lagi menandakan bahwa ia seorang sutradara yang punya kejelasan visi, mengetahui secara niscaya ingin menuturkan apa. Sha Ine Febriyanti bermonolog sepanjang film, memberi suguhan akting terbaik tahun ini.
7. MELANCHOLY IS A MOVEMENT
Oh ya, pilihan kontroversial. Cukup yakin hanya disini anda menemukan film Richard Oh ini masuk dalam list terbaik. Tapi begitu cintanya saya merangkai puzzle penuh ambiguitas tanpa peduli berhasil atau tidak menemukan jawaban. Misterius, membingungkan, adiktif.
6. AACH...AKU JATUH CINTA
Karya Garin paling komersil? Mungkin saja, dan ia mengakui itu. Penuh puisi gombal sebagai citra muda-mudi yang dimabuk asmara, AAJC diisi aneka macam tembang lawas yang menciptakan bulu kuduk saya bangun tiap kali terdengar. Manis, ceria, romatis, penuh warna.
5. TOBA DREAMS
Satu dari sedikit film Indonesia tahun ini yang bisa menciptakan saya meneteskan air mata. Sajian menyentuh perihal bagaimana "kebutaan" dalam merengkuh ambisi mampu merenggut banyak hal termasuk keluarga. Adegan makan bersama itu masih mengharukan hingga sekarang.
4. FILOSOFI KOPI
Siapa bilang kisah filosofis tak bisa dibawakan dengan ringan dan menyenangkan? Film ini menjadi buktinya. Sajian elegan sekaligus emosional berisikan bromance berhias chemistry kuat antara Rio Dewanto dan Chicco Jerikho.
3. MENCARI HILAL
Akhirnya, sebuah film religi yang tidak menggurui. Pesan mengenai kesucian Islam bisa diterima semua kalangan alasannya yaitu berpadu mulus bersama kisah toleransi antar semua golongan. Perjalanan penuh pelajaran alamiah yang tidak memaksa masuk dalam hati penonton.
2. ANOTHER TRIP TO THE MOON
Bagi saya, 2015 yaitu tahunnya Ismail Basbeth berkat dua film beda genre yang sama-sama memikat kuat. Perpaduan fantasi folklore dengan drama kontemplatif dalam balutan kesunyian yang alih-alih membosankan, justru menghipnotis, menciptakan saya terpaku. 
1. A COPY OF MY MIND
Joko Anwar yaitu sutradara Indonesia favorit saya dan tak perlu diragukan lagi film ini menjadi masterpiece miliknya. Joko menyuntikkan semua perasaannya mengenai kondisi sosial-politik Indonesia. Keusangan, kemiskinan, seksualitas, dan kekerasan bukan menjadi eksploitasi tanpa arti. Semuanya menghasilkan sinergi sebagai cerminan konkret yang romantis juga memilukan perihal suasana negeri ini. Gila, gila, gila. Joko Anwar memang kurang ajar! Pastikan tonton film ini di bioskop 11 Februari 2016. 

Untuk daftar "20 Film Terbaik 2015" buka disini.

Ini Lho Top 20 Films Of 2015

Total sekitar 270 film saya tonton tahun lalu. Jauh di bawah sasaran gara-gara "hiatus" selama dua bulan, sehingga cukup banyak judul yang karenanya terlewatkan. Beberapa judul yang diunggulkan dalam award season macam "Steve Jobs", "Room", "Spotlight", "Brooklyn", "Carol", "Anomalisa", "The Big Short", dan lain-lain pun masih belum sempat ditonton alasannya kemampuan listening Bahasa Inggirs saya buruk, sehingga menonton tanpa subtitle amat sulit dilakukan. Memilah 20 film yang berarti tidak hingga 10% dari total tentu tidaklah mudah. Banyak yang karenanya harus terpinggirkan. 20 judul di bawah ini semuanya rilis tahun 2015, dengan patokan release date di Indonesia dan negara asal (kalau tidak dirilis disini). Tentu patut diingat, daftar ini sangat personal, baiklah atau tidak silahkan tinggalkan komentar.


20. JURASSIC WORLD
Adegan high heels itu memang menggelikan, tapi filmnya mengembalikan unsur ketegangan, action menghibur, serta komedi dengan dosis pas yang menciptakan "Jurassic Park" banyak dicintai. Semua yang saya harapkan dalam summer blockbuster pun saya dapatkan.
19. THE REVENANT
Inilah film yang kemungkinan besar menawarkan DiCaprio Oscar pertamanya. Keindahan dan kebrutalan alam melebur jadi satu dalam sinematografi breathtaking karya Lubezki. Survival movie at its best.
18. GOING CLEAR: SCIENTOLOGY AND THE PRISON OF BELIEF
Berbeda dengan tahun 2014, di 2015 hanya sedikit dokumenter yang benar-benar memikat di hati. Film ini yaitu yang terbaik lewat penelanjangan salah satu "pergerakan agama" paling kontroversial yang cukup berpengaruh menancapkan kukunya dalam industri Hollywood.
17. UNFRIENDED
Bodoh kalau seseorang "gengsi" memasukkan horor dalam list-nya. Penggunaan skype disini bukan semata-mata gimmick tak berguna, tapi efektif dalam membangun ketegangan real time. Durasinya pendek, tapi konsisten menciptakan sesak nafas.
16. TANGERINE
Berangkat dari kesederhanaan premis dan teknis, "Tangerine" justru berakhir sebagai salah satu film dengan progresi paling dinamis tahun lalu. Bergerak cepat, dipenuhi huruf transsexual yang melontarkan obrolan secepat peluru sambil tetap menjaga sisi emosional karakter.
15. SICARIO
Gambaran ketidakberdayaan yang mengalun lambat, kelam, pula disturbing. Hanya disini sekumpulan mayit busuk tak hanya mengerikan tapi juga indah, menawarkan mixed feeling yang aneh. Anda tertipu alasannya ini bukan film action? Mulailah berkenalan dengan Dennis Villeneuve kalau begitu.
14. CLOUDS OF SILS MARIA
Akhirnya seluruh dunia sadar bahwa Nasrani Stewart yaitu aktris berbakat! Observasi mendalam wacana aktris yang telah habis masa jayanya lewat pembauran fiksi dan realita memikat.
13. COURT
Film yang mengaduk-aduk emosi penonton, khususnya bila anda sudah jengah dengan kebusukan aplikasi sistem hukum. Tidak hanya emosi, persepsi kita juga akan dipermainkan ketika tiap-tiap huruf selalu punya sisi lain mereka.
12. MAD MAX: FURY ROAD
Extended car chase, mungkin sebutan sempurna bagi film ini. Kegilaan kakek berjulukan George Miller nyatanya masih jutaan kali di atas sineas muda lain. Berbekal set-piece aksi minim CGI, kendaraan beroda empat gila dan huruf badass yang tak kalah aneh, adrenaline saya terus dipacu. What a day. What a lovely day!
11. WHEN MARNIE WAS THERE
Film yang (batal) menjadi menu terakhir Ghibli ini punya segala ciri khas studio tersebut. Cerita sederhana dalam keseharian ditambah bumbu magical, kehangatan rasa dan momen emosional, serta animasi 2 dimensi indah jadi formula kemenangan.
10. CREED
Tongkat estafet diserahkan begitu mulus oleh Rocky Balboa kepada Adonis Creed. Hanya menampilkan dua adegan pertandingan tinju, keduanya dikemas dalam aspek teknis luar biasa yang turut memancing penonton bersorak mendukung sang protagonis.
9. SPRING
Entah apa genre film ini. Horor, sci-fi, fantasi, romance, semuanya campur aduk menjadi satu ramuan yang diluar dugaan tidak berantakan. Berkat perpaduan semua itu, misteri dan intensitas terjaga apik. Penuh pertanyaan beserta jawaban-jawaban gila.
8. THE HATEFUL EIGHT
Bukan karya terbaik Quentin Tarantino, tapi sebagai penggemar sang sutradara, film berisikan semua hal yang mencirikan QT pastilah punya tingkat kepuasan tinggi. Dialog panjang lebar membangun interaksi hidup meski over-the-top. Begitu pula kekerasan berdarah yang hadir. So much fun!
7. A PIGEON SAT ON A BRANCH REFLECTING EXISTENCE
Surealitas gila selalu menawarkan adiksi pada saya, tak terkecuali film ini. Memadukan eksplorasi terhadap filosofi eksistensi insan dengan komedi menggelitik, perwakilan Swedia di ajang Oscar 2016 ini penuh WTF moment.
6. STAR WARS: THE FORCE AWAKENS
The best blockbuster of 2015, one of the best Star Wars movie, the biggest movie of 2015 (soon-to-be the biggest of all time, I hope). Dipenuhi rangkaian agresi memikat dengan CGi seperlunya, wajah usang dan gres yang memunculkan kombinasi menyenangkan, serta tribute emosional bagi film pendahulunya. Sebuah twist-nya merubah tidak hanya wajah franchise ini namun juga industri film (bahkan pop culture) selamanya.
5. A COPY OF MY MIND
Film Indonesia terbaik di 2015 yang sudah saya bahas dalam list tersebut, sehingga tidak banyak komentar kecuali Joko Anwar yaitu sutradara terbaik negeri ini. "A Copy Of My Mind" tayang 11 Februari 2016.
4. BIRDMAN OR (THE UNEXPECTED VIRTUE OF IGNORANCE)
Pemenang film terbaik di Oscar tahun kemudian ini yaitu dobrakan dalam sisi visual serta editing. Bagaimana seluruh film seolah diambil dalam satu kali take, telah menciptakan saya terpana. Berisikan sihir mempesona wacana cerita pilu pemain drama yang mulai tenggelam.
3. WHIPLASH
Siapa sangka "hanya" dengan drum dan teriakan J.K. Simmons, film ini punya intensitas ketegangan begitu kuat? Jika anda tengah frustasi alasannya merasa gagal meski telah mencoba segalanya, tonton film ini, dan anda akan merasa kecil.
2. STATIONS OF THE CROSS
Sungguh cinta saya pada tontonan yang memberi pukulan telak bagi mereka yang kolot dalam mengaplikasikan agama menyerupai film ini. Kamera yang nyaris tak pernah bergerak memberi waktu bagi penonton mencerna tiap detail adegan. Entah berapa kali saya ingin membanting barang-barang ketika menonton filmnya akhir emosi yang teraduk-aduk.
1. INSIDE OUT
Pixar kembali dengan salah satu karya terbaik mereka. Memang bukan tontonan bagi anak-anak, tapi kecerdasan kisahnya dalam memaparkan isi pikiran manusia, kemudian menjelaskan bagaimana sistem kerja emosi, rasa dan otak lewat jalan teramat kreatif sungguh luar biasa. Momen mengharukan bertebaran dimana-mana, bahkan dalam pengalaman menonton untuk keempat kalinya, air mata masih mengalir deras di beberapa adegan. One of my favorite movie of all time!

Untuk daftar "15 Film Indonesia Terbaik 2015" buka disini

Wednesday, December 5, 2018

Ini Lho Top 20 Movies Of 2016

Akhirnya sehabis terbengkalai beberapa lama, akhir sudah daftar 20 film terbaik (atau favorit) pilihan saya. Hanya film yang saya tonton selama setahun kemudian dan dirilis tahun 2016 (atau 2015 tapi gres menerima perilisan luas pada 2016). Sehingga jangan harap menemukan "Arrival" atau "La La Land" yang gres tayang di bioskop Indonesia tahun 2017. Sayangnya sebab faktor kesibukan, jumlah film yang saya tonton kembali menurun menjadi 236 judul. Perlu ditekankan, efek film terhadap penonton berbeda-beda, jadi sudah niscaya terdapat perbedaan antara pilihan saya, reviewer lain, dan anda para pembaca. Tanpa berlama-lama, berikut 20 film terbaik versi Movfreak.

20 - EVERYBODY WANTS SOME!!
Karena Linklater masih piawai mengangkat sendi kehidupan, mengemas perenungan berisi obrolan cerdas tanpa harus terlampau serius. Kisah seputar pembiasaan dan pertemuan dengan cinta di daerah gres terasa relatable dengan masa awal perkuliahan kita. 
19 - CAPTAIN FANTASTIC
Karena eksplorasinya soal dua sisi ideologi jalan hidup yang berseberangan sanggup disampaikan seimbang, memancing pertanyaan di benak penonton, tanpa lupa menyentuh emosi sembari menebarkan pesan keharmonisan. 
18 - UNDER THE SHADOW
Karena kengerian tak melulu harus menampilkan penampakan hantu diiringi musik memekakkan telinga, cukup kejelian mengatur suasana kemudian memainkan degradasi psikis tokoh, sembari memanfaatkan menyeramkannya medan perang. Hadir pula selipan kritik mengenai sistem patriarki.
17 - THE WAILING
Karena keberhasilan menggabungkan begitu banyak sub-genre horor terperinci merupakan prestasi langka. Belum lagi penyutradaraan Na Hong-jin sanggup menampilkan intensitas rapat, atmosfer tidak nyaman, dan visual mengerikan.
16 - YOUR NAME
Karena di samping kemampuannya mengharu biru berkat kisah takdir romantika yang jadi pembicaraan banyak pihak itu, terdapat budi tutur dalam menyiasati konsep fantasi perjalanan waktu rumit tanpa harus sok pintar, meminimalisir lubang alur.
15 - THE NEON DEMON
Karena tak peduli banyak pihak membenci gayanya, Nicolas Winding Refn selalu menghasilkan absurditas yang menimbulkan adiksi, kali ini berkat parade surealisme dalam balutan gemerlap neon yang menghipnotis. Tersalurkan pula kejengahan atas dunia fashion minim hati. 
14 - WEINER
Karena dokumenter satu ini sanggup memutarbalikkan persepsi sedemikian cepat, memancing anutan kritis, memunculkan observasi wacana betapa ambigu subjeknya selaku tokoh dunia politik kontroversial. 
13 - FINDING DORY
Karena Pixar tak harus selalu berisi kecerdasan alur dan banjir air mata. Tidak persoalan ceritanya ringan, dikarenakan telah usang petualangan produksi Pixar tak semenyenangkan ini dengan tawa hadir tanpa henti meski telah dua kali menonton.
12 - THE NICE GUYS
Karena walau pengalaman menonton pertama tak luar biasa, ramuan komedi dalam pulp fiction Shane Black ini terus mengundang saya ingin mengunjungi kebodohan jenaka Ryan Gosling. He's that same cool guy from "La La Landand "Drive", remember
11 - A MONSTER CALLS
Karena keberhasilannya merangkum kisah coming-of-age menjadi pemahaman bittersweet yang memancing haru kala mendapati pendewasaan artinya mendapatkan kenyataan. Penuh imajinasi kreatif dalam rentetan dongeng selaku metafora bervisualisasi menawan.
10 - ISTIRAHATLAH KATA-KATA
Karena Yosep Anggi Noen menunjukan kehebatannya bernarasi dengan visual, membangun kesunyian mencekam dalam sajian arthouse yang tak berusaha meredam gejolak emosi termasuk pada ending luar biasa miliknya.
9 - CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR
Karena selain memuaskan hasrat pecinta komiknya, Russo Brothers telah menjalankan kiprah yang awalnya mustahil, ialah menyatukan begitu banyak superhero, menawarkan salah satu adegan agresi terbaik. 
8 - THE BIG SHORT
Karena konflik dunia ekonomi secara mengejutkan sanggup begitu menghibur, menggelitik, tanpa sekalipun kehilangan kekuatan tutur satirnya. Menjelaskan pada penonton awam menyerupai apa kekacauan krisis finansial tahun 2008.
7 - ANOMALISA
Karena Charlie Kaufman sangat jenius merangkai simbolisme, bukan sekedar menghasilkan animasi pretensius soal kesendirian dan pencarian cinta yang menghidupkan hidup. Animasinya indah sekaligus unik. 
6 - SPOTLIGHT
Karena kisah kontroversialnya mengenai tindak pelecehan para andal agama begitu mengguncang perasaan, digerakkan oleh gaya bercerita jurnalistik berisikan penelusuran fakta mencengkeram. 
5 - MOANA
Karena sedikit yang bisa memvisualkan keajaiban sebagaimana film ini dikala sang protagonis terpilih oleh alam. Animasinya memikat mata, belum lagi formasi lagu yang takkan lekang oleh waktu.
4 - TICKLED
Karena serupa yang dirasakan pembuatnya, dokumenter ini diawali premis konyol wacana kompetisi menahan geli, kemudian bergerak ke ranah yang lebih besar dan gelap, menyoroti sexual disorder sampai cyber criminal, tanpa henti memacu jantung penonton menanti terungkapnya fakta-fakta mengejutkan.
3 - EYE IN THE SKY
Karena tatkala adegan membeli roti saja teramat mencekam, saya tahu tengah menyaksikan suguhan Istimewa yang konsisten pula menjaga ritme penceritaan sambil menyatakan kritik bagi pihak militer.
2 - ROOM
Karena paparan filosofis mengenai kebebasan sanggup dikemas ringan tanpa kehilangan bobot, dan lebih dari itu, gejolak emosi seolah tak henti menerjang mendapati keindahan kisah ibu dan anak yang diperankan begitu memikat oleh Brie Larson dan Jacob Tremblay.
1 - THE HANDMAIDEN
Karena walau kental unsur seksual, filmnya bukan semata-mata eksploitasi tanpa arti, memanfaatkan seks sebagai observasi psikis memikat, mendorong sejauh mungkin potensi visual selaku alat bercerita, sambil beberapa kali melempar twist mengejutkan. Saat anda mengira Park Chan-wook telah mencapai batas, "The Handmaiden" berubah menjadi jadi masterpiece penuh layer yang takkan membosankan ditonton berulang kali kemudian diperbincangkan.