Showing posts with label Kurang. Show all posts
Showing posts with label Kurang. Show all posts

Thursday, February 14, 2019

Ini Lho Dear John (2010)

 Dari judulnya udah keliatan ini film wacana apa Ini Lho DEAR JOHN (2010)
Ini beliau film yang berhasil "ngusir" Avatar dari puncak Box Office sesudah 2bulan full ada di peringkat 1. Dari judulnya udah keliatan ini film wacana apa. FYI, Dear John itu sebutan buat surat yang dikirim sama seorang cewe buat cowonya yang isinya minta putus.

Okay, ini emang film mellow drama. Inti ceritanya wacana seorang tentara berjulukan John yang lagi dalam masa liburan perang ketemu cewe berjulukan Savannah secara gak sengaja, dan sesudah kenal cukup lama, mereka jatuh cinta & pacaran. TAMAT?? terperinci TIDAK! Dari judulnya aja udah keliatan kalo mereka bakal putus.
Singkat cerita, gara2 tragedi 11 September, kondisi John sebagai tentara terperinci makin sibuk. Dia makin sering ditugasi ke medan perang yang beliau sendiri gak tahu niscaya dimana. Nah, apa korelasi long distance ini dapat berjalan lancar? ato putus? Kalo putus kenapa? Apa dapat bersatu lagi?Di satu sisi, John juga punya ayah yang beliau tinggal sendiri dirumah dalam keadaan autis.



 Dari judulnya udah keliatan ini film wacana apa Ini Lho DEAR JOHN (2010)

 












Setelah liat ini yang kepikiran yaitu : Tuh Channing Tatum aktor si John dapat lisan apa kagak si?? Sepanjang film mau seneng, sedih, sakit, tetep aja mukanya lempeng. Gimana dengan si Savannah? Cukup berhasil jadi cewek anggun yang sebenernya agak terlalu sempurna.

OVERALL : Ini film drama yang sedikit menyentuh, cuma kurang maksi jadi agak susah bikin penonton nangis.

RATING :  

Ini Lho Alice In Wonderland (2010)

 terus sutradara Tim Burton terang udah jaminan mutu Ini Lho ALICE IN WONDERLAND (2010)
Petama denger ada proyek film ini, saya pribadi tertarik. Ini film ahrus tonton! Secara ceritanya udah terkenal, terus sutradara Tim Burton terang udah jaminan mutu. Dan yang paling penting, THE ONE N ONLY JOHNNY DEPP main jadi Mad Hatter disini. Hell yeaaah!!! Gak sabar rasanya. Alkisah Alice kini udah remaja. 19 tahun. Dia mengingat petualangannya dulu ke Wonderland waktu kecil sebagai mimpi tiap malem. Sampe suatu hari ia kabur dari program pertunangannya & ngikutin kelinci yang bawa2 arloji. Dia sekali lagi jatuh ke lubnag yang mbawa ia ke Wonderland.

Ternyata Wonderland udah dikuasai tangan jahat Red Queen. Nah, para penghuni aneh Wonderland bnerharap sekali lagi Alice dapat nylametin mereka.  terus sutradara Tim Burton terang udah jaminan mutu Ini Lho ALICE IN WONDERLAND (2010) Hmm..sebenernya saya nonton film ini tanpa tahu dongeng orisinil ALice (yang kutahu cuma Alice seorang bocah, ngikutin kelinci, masuk ke Wonderland, udah, hahaha) Tapi AKU TAHU VERSI ASLI ALICE ADALAH SALAH SATU DONGENG TERBAIK YANG ADA.



 



Dan ni film kayanya udah ngerusak dongeng itu. Walopun gak separah kerusakan yang disebabkan Dragon Ball Evolution (huhu) tapi kasian juga bagi penggemar Alice. Beneran bikin boring ni film. Dataaaaaarrr gitu. Apalagi "didukung" sama buruknya akting pemain drama Alice. Yah, emang akting sebagian besar pemain drama emang gak bagus banget. Tapi lebih baik nonton Kegilaan Mad Hatter (walopun Johnny Depp juga gak oke2 banget mainnya) daripada kebodohan akting Alice. Oiya, yang paling keren tentu Red Queen. Satu2nya huruf yang outstanding. White Queen juga gak buruk amat, tidak mengecewakan tampang bagus Anne Hathaway. Dan keunggulan lain film ini ya setting Wonderland yang emang ajaib

OVERALL : Salah satu film yang pling bikin kecewa tahun ini. Bahkan buat hiburan juga ngerasa ngebosenin

RATING : 

 

Ini Lho Four Christmases (2008)

 Agak abnormal emang nonton film bertema natal di waktu Ini Lho FOUR CHRISTMASES (2008)
Agak abnormal emang nonton film bertema natal di waktu2 begini. Tapi masa bodo ah, toh akunonton film ini bukan buat menyerap tema natal, cuma sebab emang film bertema komedi romantis selalu bikin tertarik. Film ini bercerita ihwal sepasang kekasih, Brad & Kate yang sudah 3 tahun hidup bersama. Mereka termasuk orang yang tidak ingin menikah & punya anak, soalnya mereka anggap hal itu merepotkan, membebani & gak bebas. Mereka punya kebiasaan ngibulin keluarga mereka pas natal biar gak ngumpul bareng keluarga mereka. Emang keluarga mereka pada berantakan. Orang renta keduanya sama-sama udah cerai & hidup pisah.

Tiap natal, mereka nelpon ortunya buat ngabarin kalo natal mereka gak dapat pulang sebab ngelakuin aktifitas sosial di bebrbagai tempat. Padahal aslinya mereka liburan sendiri. Sampe jadinya sehabis 3 athun bohong, bohong mereka tertangkap berair gara2 pas di bandara wajah mereka ketangkep kamera reporter TV yang lagi ngeliput sibuknya acara natal.  Agak abnormal emang nonton film bertema natal di waktu Ini Lho FOUR CHRISTMASES (2008)Alhasil mereka harus ngerayain natal kali ini bersama ortu & saudara2 mereka yang gak mereka senangi. Mereka ngerayain natal di 4 rumah berbeda bergantian.

 






Secara kisah emang unik ni film. Kelucuan juga dapat ditampilin dengan baik. Konflik yang ada juga cukup unik di tiap keluarganya. Tapi ada ebberapa lubang di film ini. Kayak pas pertama Brad & Kate ketemu. Emang si, di barat sono ketemu pertama eksklusif ML yakni hal wajar. Tapi kalo ketemu pertama eksklusif mutusin hidup bersama? I don't think so. Terus perubahan rujukan pikir pasangan ini dari anti korelasi serius ke mau mencoba hubugngan serius kerasa terlalu cepet. Harusnya emosi dapat digali lebih dalem lagi.

OVERALL : Sebuah film drama komedi yang dapat dinikmati siapapun sebab unsur natal cuma buat setting aja. Sayangnya kelucuannya masi kurang banget.


RATING : 

 

Ini Lho The Bounty Hunter (2010)


Film komedi romantis. Kayanya udah jadi barang yang sangat mainstream. Bisa jadi mesin pengeruk uang, tapi dari segi kualitas sering dibawah standar. Karena apa? Biasanya sebab plot ceritanay sangat gampang ditebak. Selain itu akting pemainnya juga sering terlihat buruk. Tapi film tipe gini emang sanggup dinikmati semua orang. Saya sendiri selalu tertarik sam film beginian walopun sering berujung kekecewaan sesudah film selesai. Tapi aku selalu menyempatkan nonton komedi romatis sebab berharap munculnya film menyerupai (500) Days of Summer yang sangat brilian berdasarkan saya. Akting yang manis & alur yang gak kacangan. GImana dengan Bounty Hunter? Apakah sanggup mendekati kehebatan (500) Days of Summer? Ato malah kayak film kebanyakan?

Milo yakni seorang pemburu hadiah alias bounty hunter. Dia sendiri yakni mantan polisi. Untuk kehidupan pribadinya juga gak kalah awut-awutan. Dia bercerai dari istrinya, Nicole sesudah gres menikah 9 bulan. Nicole sendiri berprofesi sebagai reporter. Suatu hari Milo sanggup usulan job buat nyari seorang perempuan yang melarikan diri dari persidangan. Yup, tuh perempuan yakni Nicole. Milo tentunya girang sebab ia ngerasa inilah kesempatan menjebloskan perempuan yang sudah ngebuat ia hancur ke penjara. Nicole sendiri bukan tanpa alesan ninggalin persidangan. Dia sedang nyelidikin suatu kasus. Pas Milo berhasil nemuin mantan istrinya itu, ia malah ikut terseret ke masalah tersebut. Mulailah mereka berdua saling bersama nyelidikin tuh kasus.


Dari premisnya sendiri udah keliatan kan? Gak ada yang gres sepertinya. Ciri khas drama komedi. Pria perempuan saling mencintai, terlibat perseteruan, & sesudah banyak sekali insiden sepanjang film kesudahannya mereka menyadari mereka saling mencintai, tamat. Happy Ending, HORE! Hanya itu. Film ini sendiri tampaknya kurang cocok disebut komedi romantis. Karna komedinya nyaris tidak kelihatan. Komedi di film ini kesannya cuma nyempil di beberapa adegan. Gak cukup bikin ketawa bahkan senyum sekalipun. Ini yakni film "Drama 1/2 serius" bukan komedi. Satu lagi yang bikin aku sebel. Yaitu adanya huruf Stewart. buat apa coba? Buat penambah lucu? Sama sekali gak. Buat cinta segitiga? Apalagi. yang ada ia cuman bikin sebel. Kalo aku ada di sana, niscaya udah aku hajar habis tuh orang, bukan cuman disuntik pake bius kuda ato pukulan ringan dengan tongkat golf.

OVERALL: Film yang ringan. Tapi kurang menghibur. Ingin nonton film tanpa berpikir? Oh, lebih tepatnya tanpa berekspresi? Coba film ini.

RATING: 

Ini Lho All About Steve (2009)


Akhir-akhir ini saya mulai mencoba mengambil langkah yang mungkin jarang diambil orang. Yaitu dengan sengaja menonton film-film yang dinominasikan Razzie alias masuk kategori terburuk. "Keberanian" itu saya ambil sehabis saya melihat beberapa fakta di Razzie. Kemenangan Transformers: Revenge of the Fallen sebagai film terburuk berdasarkan saya kurang tepat. Oke, itu film buruk, tapi banyak yang jauh lebih jelek macam Dragon Ball Evolution, Year One, ato Land of the Lost. Hal itu menunjukan kadang film yang dapet Razzie sebenernya gak bener2 yang paling buruk. So, saya mencoba menonton film-film itu. Dan yang pertama ialah All About Steve. Dimana film ini dapet beberapa nominasi terburuk termasuk Film Terburuk, Aktris terburuk (Sandra Bullock) dan Pasangan terburuk (Sandra Bullock & Bradley Cooper). Sungguh menarik mengingat Bullock dapet aktris terbaik di academy awards alias Oscar. Apakah film & aktingnya disini betul-betul buruk?

Mary Horowitz (Sandra Bullock) ialah perempuan yang punya pengetahuan diatas rata-rata. Dia sendiri bekerja sebagai pembuat TTS di surat kabar lokal. Mary sendiri bukan tipe cewek arif bergaul. Pas ngobrol dengan orang lain, ia akan nyerocos gak karuan wacana aneka macam pengetahuan rumit yang dikuasainya. Hal itu bikin banyak orang gak tahan didekatnya. Orang tuanya sadar Mary susah dapet cowok. Merekapun merancang sebuah kencan buta antara Mary dengan pemuda berjulukan Steven atau yang dipanggil Steve (Bradley Cooper) . Awalnya Mary gak antusias. Tapi begitu ia tahu Steve ialah pemuda yang ganteng ia malah jadi tergila-gila.


Steve yang awalnya biasa lama-lama "ngeri" dengan polah Mary yang ngomong gak karuan. Maka dengan alesan bekerja (Dia ialah akmeramen di kantor informasi CCN) ia kabur dari kencan itu. Mary ayng udah akdung tergila-gila dengan Steve melaksanakan hal-hal yang rada kelewatan untuk selalu ada dideket Steve termasuk mengikutinya kemanapun Steve pergi meliput berita. Apakah Mary sanggup menggoda Steve dengan kelakuana asing & polosnya itu?

Well, emang dongeng film ini sedikit awut-awutan dengan beberapa insiden gak logis & berlebihan. Dan dari plotnya saya rasa cukup pantas masuk Razzie, walopun gak pantas memenangkan pialanya. Sandra Bullock emang terlihat lebay disini. Tapi saya rasa kata "Buruk" tidak pantas dilekatkan pada perannyas ebagai Mary. Kata "Aneh" lebih pantas. Dan ia dapet worst actress??? Amat tidak pantas berdasarkan saya. Miley Cyrus ato Sarah Jessica Parker lebih pantas mendapatkannya. Untuk Worst Screen Couple juga Bradley Cooper & Bullock tidak pantas memenangkan ini. Trio manusia, werewolf dan vampir di New Moon, Will Ferrell cs di Land of the Lost, sampe Jonas Brother di 3D Concertnya lebih pantes jadi yang terburuk. Tapi saya akui di beberapa adegan akting Bullock agak mengganggu & terlalu lebay. Mungkin juri Razzie gerah melihat itu & sebal melihat tingkahnya yang bagaikan stalker yang selalu mengikuti Steve. Tapi untuk menjadi yang terburuk tentunya tidak.

OVERALL: Mungkin ini salah satu film tergagal Bullock & Cooper, tapi sebenernya gak pantes disebut ancur. Cukup lucu di beberapa bagian.

RATING: 

Ini Lho Imagine That (2009)

Eddie Murphy udah mulai kehilangan tajinya. Kita semua sadar akan hal itu. kesampingkan franchise Shrek sebab Eddie hanya jadi pengisi bunyi disitu. FIlm-filmnya gak cuma dapet kritik jelek tapi juga pendapatannya buruk. Eddie udah berkali kali dapet nominasi Razzie bahkan dinobatkan jadi pemain film terburuk dekade ini. Untuk tahun ini sekali lagi ia dapet nominasi Razzie melalui Imagine That sebagai pemain film terburuk. Apa Eddie emang sudah habis?

Evan Danielson (Eddie Murphy) yakni seorang laki-laki biasa yang sangat doyan bekerja. Dan sekarang karirnya tengah dipertaruhkan sebab ia dapet tentangan dalam memperebutkan posisi di perusahaan yang lebih tinggi Johnny Whitefeather (Thomas Hadden Church). Dan sialnya Johnny lebih punya kans buat terpilih sebab metode presentasinya yang jauh lebih menarik dari milik Evan. Disaat stress sebab kerjaan Evan malah dapet beban lain. Harus mengurus putrinya Olivia (Yara Shahidi) yang gak terlalu bersahabat sama ia selama ini. Olivia sendiri punya kebiasaan aneh yaitu berbicara dengan sobat khayalannya melalui sebuah "selimut ajaib" sebagai perantara. Selimut itu berjulukan Goo Gaa. Gak disangka selimut & teman-teman imajinasi olivia malah bisa membantu naiknya karir Evan. Evan yang pada awalnya gak eprcaya lambat laun dibentuk kagum & percaya akan keeksisan & kesaktian sobat imajinasi sang anak walopun mereka kasat mata. Dan dimulailah "kerja sama" Evan dengan selimut Goo Gaa untuk mengejar karir yang lebih tinggi bagi Evan.

Sebelum ngomongin film ini atau Eddie Murphy aku mau "berbela sungkawa" atas kesialan Thomas Hadden Church. Gimana enggak? Dalam setahun 2 filmnya (All About Steve & Imagine That) jadi nominasi razzie untuk film terburuk. Untuk akting ia di kedua film ini si gak buruk. Mungkin ia harus lebih cermat mendapatkan kerjaan. Back to the movie. Film komedi keluarga ibarat ini terang plotnya sangat gampang ditebak & endingnya seringkali dipaksakan happy ending dengan cara apapun entah itu masuk nalar atau gak, entah itu anggun ato buruk.
Dan film ini masuk kategori kurang masuk nalar & buruk. Ayolah, emang seorang ayah butuh meluangkan waktu buat sang anak, tapi sampe meninggalkan meeting yang memilih karirnya? Akting Eddie sendiri gak jelek amat. Dibandingin dengan "Adventure of Pluto Nash" aktingnya lebih baik disini. Cuma yah, emang terkesan cukup lebay di beberapa adegan. Hal itu emang jadi ciri Eddie yang sayangnya merupakan ciri yang buruk. Tapi sebetulnya film ini sedikit bisa memulihkan reputasi Eddie Murphy sebagai pelawak yang "lumayan lucu"

OVERALL: Apa film ini spesial? Tidak. Apa film ini lucu? Sedikit. Apa film ini hancur? Gak terlalu juga sih. Mungkin film ini hanya membuktikan Eddie harus memperbaharui kelucuan aktingnya.

RATING: 

Wednesday, February 13, 2019

Ini Lho Shrek Forever After (2010)


Saya belum nonton film ketiga Shrek. Tapi dua film Shrek yang pertama cukup elok dan menghibur. Tapi dari revioew yang saya baca, film ketiga katanya jelek. Dan kini rilis film keempat yang konon katanya bakal jadi seri terakhri Shrek. Hm, Toy Story 3 yang jadi epilog perjalanan franchise tersebut berhasil memperlihatkan bagaimana sebuah film mengucapkan selamat tinggal pada penggemarnya. Bagaimana dengan sang ogre ini?

Shrek yang kini udah punya 3 anak hidup tenang bersama anak & istrinya, Fiona. Dia juga punya teman-teamn baik yang selalu ada di tiap harinya. Tapi ternyata Shrek bosan dengan semua itu. Dia kangen menjadi ogre jahat yang ditakuti orang-orang. Sampe ia bertemu Rumplestilskin yang hebat sihir yang nawarin Shrek untuk mendapat kehidupannya sebagai ogre seram lagi dalam sehari.
Tapi shrek juga harus memperlihatkan sehari kehidupannya pada Rumplestilskin. Ternyata hari yang dipilih Rumplestilskin justru hari yang nantinya akan menciptakan persetujuan itu mengubah hidup Shrek.....Selamanya.....

Well, tampaknya alesan Dreamworks melanjutkan franchise Shrek hanya sebab alasan pendapatan yang menguntungkan. Liat aja film ini yang terasa begitu datar, membosankan, dan sangat predictable. Bandingkan dengan Toy Story 3 yang sampe final masih berhasil memainkan emosi & ketegangan saya. Embel-embel "Petualangan terakhir Shrek" juga berasa cuman tempelan aja. Setelah filmnya selesai saya cuma merasa biasa, gak merasa berpisah dengan sebuah huruf film. Gak ada emosi luarbiasa yang seharusnya dirasakan penonton sesudah menyaksikan sebuah tokoh melaksanakan penampilan terakhirnya. Okay, Donkey masih jadi huruf kesukaan saya. begitu juga Puss in Boots yang tampil beda di film ini. Dan ternyata Puss in Boots juga bakal dapet filmnya sendiri tahun 2011 nanti. Hal yang memperlihatkan kalo dunia Shrek belumlah selesai. Walopun terperinci petualangan ogre hijau ini terasa membosankan.

OVERALL: Film keluarga untuk hiburan yang sayangnya tidak menyuguhkan hiburan yang berarti.

RATING: